.

Belajar Kanji Yuk dan Mainkan Game Serunya!


Sebenarnya Kanji itu berasal dari cina. Coba perhatikan tulisannya kriting-kriting mirip dengan hanzi cina. Hehe :) Kalo kamu belajar bahasa mandarin kemudian belajar bahasa Jepang lebih mudah karena sebenarnya kanji Jepang dan Cina kebanyakan artinya sama walaupun cara bacanya berbeda.


Pada jaman dahulu Orang Jepang menggunakan piktograf (semacam gambar/simbol) untuk menulis. Dan sekarang sudah berevolusi menjadi Kanji. Walaupun banyak jumlahnya, jika kalian menghafal dengan cara cerdik seperti membayangkanx dalam bentuk gambar pastilah mudah. Seperti cara anak SD di Jepang. Berikut ini gambarnya..

Cara anak SD Jepang menghafal kanji

Evolusi piktograf menjadi kanji

Kanji memiliki dua pengucapan.Yaitu On-yomi dan Kun-yomi.On-yomi adalah cara pengucapan dalam bahasa cina. Sedangkan,Kun-yomi adalah kanji dengan cara pengucapan bahasa jepang. Sebagai contoh:


Onyomi (音読み) nichi / ni / -jitsu
Kunyomi (訓読み) hi / bi / -ka

Untuk lebih lengkapnya yuk kita simak.

KANJI
Kanji (漢字) secara harfiah berarti "aksara dari Han", adalah aksara Tionghoa yang digunakan dalam bahasa Jepang. Kanji adalah salah satu dari empat set aksara yang digunakan dalam tulisan modern Jepang selain kana (katakana, hiragana) dan romaji.

Kanji dulunya juga disebut mana (真名) atau shinji (真字) untuk membedakannya dari kana. Aksara kanji dipakai untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan). Sementara itu, hiragana (zaman dulu katakana) umumnya dipakai sebagai okurigana untuk menuliskan infleksi kata kerja dan kata-kata yang akar katanya ditulis dengan kanji, atau kata-kata asli bahasa Jepang. Selain itu, hiragana dipakai menulis kata-kata yang sulit ditulis dan diingat bila ditulis dalam aksara kanji. Kecuali kata serapan, aksara kanji dipakai untuk menulis hampir semua kosakata yang berasal dari bahasa Tionghoa maupun bahasa Jepang.

SEJARAH
Secara resmi, aksara Tionghoa pertama kali dikenal di Jepang lewat barang-barang yang diimpor dari Tionghoa melalui Semenanjung Korea mulai abad ke-5 Masehi. Sejak itu pula, aksara Tionghoa banyak dipakai untuk menulis di Jepang, termasuk untuk prasasti dari batu dan barang-barang lain. 

Sebelumnya di awal abad ke-3 Masehi, dua orang bernama Achiki dan Wani datang dari Baekje di masa pemerintahan Kaisar Ōjin. Keduanya konon menjadi pengajar aksara Tionghoa bagi putra kaisar. Wani membawa buku Analek karya Kong Hu Chu dan buku pelajaran menulis aksara Tionghoa untuk anak-anak dengan judul Seribu Karakter Klasik. Walaupun demikian, orang Jepang mungkin sudah mengenal aksara Tionghoa sejak abad ke-1 Masehi. Di Kyushu ditemukan stempel emas asal tahun 57 Masehi yang diterima sebagai hadiah dari Tiongkok untuk raja negeri Wa (Jepang).

Dokumen tertua yang ditulis di Jepang menurut perkiraan ditulis keturunan imigran dari Tiongkok. Istana mempekerjakan keturunan imigran dari Tiongkok bekerja di istana sebagai juru tulis. Mereka menuliskan bahasa Jepang kuno yang disebut yamato kotoba dalam aksara Tionghoa. Selain itu, mereka juga menuliskan berbagai peristiwa dan kejadian penting.

Sebelum aksara kanji dikenal orang Jepang, bahasa Jepang berkembang tanpa bentuk tertulis. Pada awalnya, dokumen bahasa Jepang ditulis dalam bahasa Tionghoa, dan dilafalkan menurut cara membaca bahasa Tionghoa. Sistem kanbun (漢文) merupakan cara penulisan bahasa Jepang menurut bahasa Tionghoa yang dilengkapi tanda diakritik. Sewaktu dibaca, tanda diakritik membantu penutur bahasa Jepang mengubah susunan kata-kata, menambah partikel, dan infleksi sesuai aturan tata bahasa Jepang.

Selanjutnya berkembang sistem penulisan man'yōgana yang memakai aksara Tionghoa untuk melambangkan bunyi bahasa Jepang. Sistem ini dipakai dalam antologi puisi klasik Man'yōshū. Sewaktu menulis man'yōgana, aksara Tionghoa ditulis dalam bentuk kursif agar menghemat waktu. Hasilnya adalah hiragana yang merupakan bentuk sederhana dari man'yōgana. Hiragana menjadi sistem penulisan yang mudah dikuasai wanita. Kesusastraan zaman Heian diwarnai karya-karya besar sastrawan wanita yang menulis dalam hiragana. Sementara itu, katakana diciptakan oleh biksu yang hanya mengambil sebagian kecil coretan dari sebagian karakter kanji yang dipakai dalam man'yōgana.

PENGUCAPAN
Onyomi (音読み) atau ucapan Tionghoa adalah cara membaca aksara kanji mengikuti cara membaca orang Tionghoa sewaktu karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Pengucapan karakter kanji menurut bunyi bahasa Tionghoa bergantung kepada zaman ketika karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Akibatnya, sebagian besar karakter kanji memiliki lebih dari satu onyomi. Kanji juga dikenal orang Jepang secara bertahap dan tidak langsung dilakukan pembakuan.

Onyomi dibagi menjadi 4 jenis:
  • Go-on (呉音, "ucapan Wu") adalah cara pengucapan dari daerah Wu di bagian selatan zaman dinasti enam Tiongkok. Walaupun tidak pernah ditemukan bukti-bukti, ucapan Wu diperkirakan dibawa masuk ke Jepang melalui Semenanjung Korea dari abad ke-5 hingga abad ke-6. Ucapan Wu diperkirakan berasal dari cara membaca literatur agama Buddha yang diwariskan secara turun temurun sebelum diketahui cara membaca Kan-on (ucapan Han). Semuanya cara pengucapan sebelum Kan-on digolongkan sebagai Go-on walaupun mungkin saja berbeda zaman dan asal-usulnya bukan dari daerah Wu. 
  • Kan-on (漢音, "ucapan Han") adalah cara pengucapan seperti dipelajari dari zaman Nara hingga zaman Heian oleh utusan Jepang ke Dinasti Tang dan biksu yang belajar ke Tiongkok. Secara khusus, cara pengucapan yang ditiru adalah cara pengucapan orang Chang'an. 
  • Tō-on (唐音, "ucapan Tang") adalah cara pengucapan karakter seperti dipelajari oleh biksu Zen antara zaman Kamakura dan zaman Muromachi yang belajar ke Dinasti Song, dan perdagangan dengan Tiongkok. 
  • Kan'yō-on (慣用音, "ucapan populer") adalah cara pengucapan onyomi yang salah (tidak ada dalam bahasa Tionghoa), tapi telah diterima sebagai kelaziman. 
Kunyomi (訓読み) atau ucapan Jepang adalah cara pengucapan kata asli bahasa Jepang untuk karakter kanji yang artinya sama atau paling mendekati. Kanji tidak diucapkan menurut pengucapan orang Tionghoa, melainkan menurut pengucapan orang Jepang. Bila karakter kanji dipakai untuk menuliskan kata asli bahasa Jepang, okurigana sering perlu ditulis mengikuti karakter tersebut.

Seperti halnya, onyomi sebuah karakter kadang-kadang memiliki beberapa kun'yomi yang bisa dibedakan berdasarkan konteks dan okurigana yang mengikutinya. Beberapa karakter yang berbeda-beda sering juga memiliki kunyomi yang sama, namun artinya berbeda-beda. Selain itu, tidak semua karakter memiliki kunyomi.

Kata "kun" dalam kunyomi berasal kata "kunko" (訓詁) (pinyin: xungu) yang berarti penafsiran kata demi kata dari bahasa kuno atau dialek dengan bahasa modern. Aksara Tionghoa adalah aksara asing bagi orang Jepang, sehingga kunko berarti penerjemahan aksara Tionghoa ke dalam bahasa Jepang. Arti kanji dalam bahasa Tionghoa dicarikan padanannya dengan kosakata asli bahasa Jepang.

Sebagai aksara asing, aksara Tionghoa tidak dapat diterjemahkan semuanya ke dalam bahasa Jepang. Akibatnya, sebuah karakter kanji mulanya dipakai untuk melambangkan beberapa kun'yomi. Pada masa itu, orang Jepang mulai sering membaca tulisan bahasa Tionghoa (kanbun) dengan cara membaca bahasa Jepang. Sebagai usaha membakukan cara membaca kanji, satu karakter ditetapkan hanya memiliki satu cara pengucapan Jepang (kunyomi). Pembakuan ini merupakan dasar bagi tulisan campuran Jepang dan Tiongkok(wa-kan konkōbun) yang merupakan cikal bakal bahasa Jepang modern.

Kokkun (国訓) adalah karakter kanji yang mendapat arti baru yang sama sekali berbeda dari arti semula karakter tersebut dalam bahasa Tionghoa, misalnya: 
沖 chū, okitsu, oki (jauh di laut, lepas pantai; pinyin: chōng, membilas; chòng, kuat) 
椿 tsubaki (Kamelia; pinyin: chūn, Ailanthus) 

Jūbakoyomi dan yutōyomi
Gabungan dua karakter sering tidak mengikuti cara membaca onyomi dan kunyomi melainkan campuran keduanya yang disebut jūbakoyomi (重箱読み). Karakter pertama dibaca menurut onyomi dan karakter kedua menurut kunyomi, misalnya:
重箱 (jūbako)
音読み (on'yomi)
台所 (daidokoro)
役場 (yakuba)
試合 (shiai)
団子 (dango).

Sebaliknya dalam yutōyomi (湯桶読み), karakter pertama dibaca menurut kunyomi dan karakter kedua menurut on'yomi, misalnya:
湯桶 (yutō)
合図 (aizu)
雨具 (amagu)
手帳 (techō)
鶏肉 (toriniku).

Karakter buatan Jepang
Kokuji (国字 aksara nasional) atau wasei kanji (和製漢字 kanji buatan Jepang) adalah karakter kanji yang asli dibuat di Jepang dan tidak berasal dari Tiongkok. Kokuji sering hanya memiliki cara pembacaan kunyomi dan tidak memiliki onyomi, misalnya:
峠 (tōge): lintasan pegunungan
榊 (sakaki): pohon sakaki (Cleyera japonica)
畑 (hatake, hata): ladang, perkebunan
辻 (tsuji): sudut jalan, perempatan jalan
腺 (sen): kelenjar
働 (hatara(ku); onyomi: dō) : bekerja.
Beberapa kokuji diserap oleh bahasa Tionghoa, misalnya: 腺 (xiàn).

Untuk bermain game klik link dibawah ini: Tips mudah untuk menghafal kanji + gameSekian postingan kali ini, jangan lupa like facebook di box bawah untuk dapat melihat artikel terbaru kami. Terima kasih sudah membaca artikel tentang "Belajar Kanji Yuk dan Mainkan Game Serunya!" dan semoga bermanfaat.^^. Untuk yang mau copy-paste tidak apa-apa asalkan memberi link aktif seperti ini ya teman-teman jangan sampai salah okay seperti ini : http://japanindocuteculture.blogspot.com/2013/06/kanji.html Untuk yang suka copy-paste sembarangan hati-hati blog anda akan kami laporkan pada pihak blogger.

1 Response to "Belajar Kanji Yuk dan Mainkan Game Serunya!"