.

Imutnya Anak TK di Jepang


Sebelum masuk di Youchien kita melapor dulu ke city hall atau syakushyo yaitu kantor tempat pengurusan segala sesuatu yang berhubungan dengan administrasi penduduk. Nah nanti mereka lah yang menetukan di sekolah mana anak kita bisa bersekolah karena mereka menentukan berdasarkan lokasi tempat tinggal.


Sekolah taman kanak-kanak di Jepang sistem dan aturannya sangat berbeda dengan sekolah di Indonesia, dimana taman kanak-kanak di Indonesia anak-anak sudah di ajarkan untuk belajar membaca dan menulis sedangkan sistem pembelajaran di taman kanak-kanak Jepang atau yang lebih di kenal dengan Youchien lebih mengutamakan sistem bermain, membuat berbagai macam kreativitas dan selalu lebih kepada membangkitkan kepercayaan diri anak untuk bisa tampil di depan banyak orang.

Di youchien anak-anak tidak menggunakan baju seragam kecuali pada saat taiku atau hari olah raga, biasanya di gunakan seminggu sekali, baju taikunya pun ada dua macam untuk musim panas dan musim dingin. Setiap hari anak-anak di youchien jepang masuknya pada jam 09.00 pagi sampai pukul 14.30.

Bus Antar Jemput

Hampir semua TK menyediakan layanan antar-jemput dengan trayek tertentu. Tidak seperti di Indonesia kalau bus antar-jemput anak-anak biasanya berhenti di depan rumah masing-masing, kalau di Jepang biasanya distopkan di tempat yang mudah dijangkau dan tidak mengganggu lalu lintas. Biasanya biaya antar-jemput ini sekitar 5000 yen/bulan.

Berikut ini adalah contoh kegiatan-kegiatan anak-anak TK:

Kegiatan makan
Setiap bulan sekolah memberikan jadwal kapan harus membawa bekal dari rumah, kapan dari sekolah, kapan jadwal makan siang dengan roti, tergantung masing-masing sekolah. Dengan perlengkapan makan yang tidak sedikit (sendok, garpu, hashi (sumpit), lap basah, alas makan, serbet), anak-anak makan bersama-sama yang biasanya didahului dengan sebuah nyanyian diiringi piano dari sensei dan nyanyian itu diakhiri dengan suara lantang anak anak “itadakimasu”, yang artinya "saya terima makanan (pemberian) ini".


Bermain
Setiap kali selesai bermain anak-anak selalu dilatih untuk juga bersama-sama membereskan mainannya. Di musim dingin pun anak-anak diagendakan untuk bermain di luar. Biasanya sekolah akan memberikan jadwal kepada orang tua kapan anak-anak bermain di luar di musim dingin agar pakaian dan perlengkapannya tepat untuk kondisi dingin bahkan yang bersalju (ski, bermain salju, dan lain lain).


Membaca buku
Satu minggu sekali, biasanya hari Jumat (beberapa sekolah ada yang seminggu dua kali, biasanya hari Rabu dan Jumat) anak-anak boleh meminjam buku di perpustakaan sekolah untuk dibawa pulang dan dibaca di rumah.


Berkebun
Anak-anak juga diajari berkebun. Untuk sekolah-sekolah yang mempunyai halaman luas biasanya sebagian digunakan untuk berkebun, menanam, dan memanen bersama anak-anak, kemudian hasil kebunnya dimanfaatkan bersama anak-anak juga, misalnya kentang, bayam Jepang, wortel, daikon (lobak), dan tanaman yang lain.


Tampil di depan umum
Happyokai (pertunjukan) adalah salah satu kegiatan anak yang bertujuan melatih anak untuk berani tampil di depan umum.

Ketrampilan
Kegiatan ketrampilan pun tidak kalah seru buat anak-anak. Dengan memanfaatkan barang- barang bekas, anak-anak didorong untuk berkreasi menciptakan bentuk-bentuk menarik seperti: mobil, gedung, kereta, tas, dan sebagainya. Ada juga seni melipat kertas (origami) yang banyak disukai anak-anak. Dengan dipandu sensei (guru), anak-anak dilatih untuk bisa membuat bentuk-bentuk sederhana seperti pesawat, bintang, perahu, burung, meja dan lainnya.


Kesenian
Kegiatan seni juga merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka belajar menyanyi dan memainkan alat musik. 


Outdoor activities
Kegiatan luar (ensoku) seperti ke kebun binatang, taman, atau museum juga merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Kadang-kadang sekolah juga mengikutkan orang tua dalam kegiatan ini. Senseiselain merancang acara untuk anak-anak juga menyiapkan game untuk orang tua bersama anak.


Olahraga
Undokai merupakan festival olah raga dalam rangka memperingati Hari Olah Nasional di Jepang. Kegiatan ini dipersiapkan dengan sungguh-sungguh oleh sekolah bersama PTA (Parents Teachers Association). Hampir setiap hari anak-anak berlatih bersama sensei mereka untuk mempersiapkan “atraksi” yang akan ditampilkan di acaraundokai ini. Pada saat undokai ini, pihak sekolah juga mengundang orang tua dan keluarga dari anak didiknya (kakek, nenek, adik, kakak) untuk turut serta menyaksikan anak-anak mereka saat “berlaga” di lapangan. Tidak hanya menonton, orang tua dan keluarga mereka pun mendapat giliran tampil di lapangan. Pihak sekolah bersama PTA juga merancang game yang menarik untuk orang tua dan anggota keluarga mereka yang lain. Di musim panas, ada kegiatan renang dan bermain dengan air




Bermalam di sekolah
Pada kelas eldest (kelas 5 tahun), anak-anak yang sudah di semester akhir biasanya ada kegiatanotomarikai (bermalam di sekolah). Anak-anak dilatih untuk berpisah tidur dengan orang tuanya selama dua hari satu malam. Mereka tidur di sekolah bersama teman-temannya disertai acara-acara yang sudah dirancang oleh para sensei yang menyenangkan bagi anak-anak, bahkan beberapa sekolah mengadakan kegiatan ini tidak di sekolah, tetapi di rumah gunung (yama no ie).
Kegiatan-kegiatan lain yang tidak kalah menyenangkan bagi anak-anak seperti mochitsuki (membuat mochibersama), memasak bersama (misalnya: memasak udon (mie), kare, kue, popcorn), dan natsu matsuri (festival musim panas)

Parents day
Hampir tiap bulan ada parents day, yaitu orang tua diundang ke sekolah dan terlibat langsung dengan aktivitas sekolah saat itu seperti permainan bersama orang tua dan anak, membuat prakarya bersama orang tua dan anak, menyaksikan langsung kegiatan makan siang anak-anak, dan lain-lain

0 Response to "Imutnya Anak TK di Jepang"

Poskan Komentar