.

Ternyata Asal Nama Tsunami dari Bahasa Jepang


Negara Jepang terguncang dan luluh lantak Jumat (11/3). Negara itu, terutama di bagian timur laut, dihantam gempa bumi dengan kekuatan gempa 8,9 SR. Fakta berbicara, secara historis, negeri matahari terbit ini memang menjadi langganan gempa dahsyat sejak ratusan tahun lalu. Itu yang menyebabkan wajah Jepang di kemudian hari dalam kondisi pulau-pulau yang tercecer, konon itu akibat dari rentetan gempa masa lalu.


Amukan alam berupa gempa di Jepang dengan kisaran 8,9 SR Jumat kemarin, sudah pasti berdampak dengan menggelagaknya air laut, akibatnya gelombang tsunami yang tentu menimbulkan efek yang sangat dahsyat dengan kerugian yang juga banyak.

Setelah gempa berkekuatan 8,9 itu terjadi sejumlah gempa susulan yang juga kuat dan memicu peringatan tsunami setinggi 10 meter. Gempat tersebut menyebabkan bangunan terguncang di ibukota Tokyo.

Jumat itu sekitar 4 juta penduduk akan mengalami pemadaman listrik. Namun samlai kini belum diketahui berapa korban jiwa, menmyusul terjadiny terjangan air bah efek tsunami akibat gempa dahsyat.

Dan faktanya, seperti halnya Indonesia, Jepang memang bagian dari negara-negara yang rawan terhadap gempa bumi, karena Indonesia dan Jepang masuk dalam apa yang disebut dengan "lingkaran api Pasifik" (ring of fire).

Tsunami?

Secara historis tercatat beberapa kali negeri Sakura ini diterjang gempa bumi yang secara ukuran SR-nya cukup besar. Dengan dampak gelombang besar yang disebut tsunami, sebuah istilah bahasa Jepang yang akhirnya menjadi bahasa dunia untuk menyebut gelombang laut raksasa.

Biasanya gempa bumi merupakan adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi. Lazimnya disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Kendati bumi ini sudah padat tapi tetap akan selalu bergerak. Dan gempa akan terjadi jika terjadi tekanan pergerakan bumi yang terlalu besar, sementara lempeng tektonik tidak kuasa menahannya.

Akibatya pelepasan energi berupa gelombang elastis atau dikenal juga gelombang seismik yang sampai ke permukaan bumi lalu menimbulkan getaran dan kerusakan terhadap benda-benda atau bangunan di permukaan bumi.

Efek kerusakan tergantung dari besar dan durasi getaran yang sampai ke permukaan bumi, apalagi jika gempa yang ditimbulkan itu dilanjutkan dengan fenomena tsunami.

Ratusan tahun lalu, Jepang juga pernah mengalami gempa tektonik dan dianggap yang terbesar dalam sejarah, yakni berkekuatan antara 6-8 MSR terjadi di wilayah laut lepas pantai Jepang.

Fakta mencatat pula, itu terjadi sekitar 3 abad yang lalu. Akibat yang di timbulkan, konon membuat Jepang terpecah dan berubah menjadi negara kepulauan yang tercerai berai, dan memunculkan gunung Fuji.


Istilah tsunami sendiri merupakan bahasa serapan dari Jepang. Dari kata "tsu" yang berarti pelabuhan dan kata "nami" yang berarti gelombang. Jadi secara harfiah berarti "ombak besar di pelabuhan".


Perubahan permukaan laut secara tiba-tiba itulah tsunami. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah dan merambat dengan kecepatan berkisar 500-1000 km/jam.

Jepang merupakan negara yang sering mengalami gempa bumi. Penyebab gempa bumi Jepang adalah letak negara tersebut yang berada di wilayah Ring of Fire atau Lingkar Api Pasifik. Sehingga oleh rakyat Jepang, gempa dianggap bencana yang sangat biasa.

0 Response to "Ternyata Asal Nama Tsunami dari Bahasa Jepang"

Poskan Komentar