.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya


Nattō (納豆 ) adalah masakan Jepang yang terbuat dari kedelai kukus yang difermentasikan dengan bacillus subtilis. Biasanya orang Jepang memakannya sebagai sarapan. Warnanya kecokelatan dan lengket, aromanya pun sangat tajam. Beberapa orang yang tidak biasa dengan aromanya, pasti langsung menolak memakannya. 

Konon, 1000 tahun yang lalu seorang ksatria bernama Minamoto Yoshiie. Dia menemukan dan mencicipi kacang kedelai rebus yang tercecer pada jerami dan sudah terfermentasi (kasihan sekali kelaperan mungkin ya). Lalu sejak tahun 1600-an (akhir periode Edo), natto jadi menu umum di Jepang ketika sarapan pagi.

Manfaat Natto
Meski bentuk dan rasanya super aneh, natto mengandung banyak manfaat. Kaya akan protein karena berasal dari kedelai pilihan, serta mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan. Natto memiliki ciri yang sangat unik, aromanya yang kuat, rasanya yang gurih asin, serta teksturnya yang lengket dan lendirnya ini bisa di ulur hingga 6 meter. Wow khan?

Natto mengandung senyawa pyrazine. Pyrazine berfungsi untuk melakukan pembekuan darah. Natto juga mengandung enzim protease yang juga dapat mengurangi pembekuan darah baik oleh fibrinolisis langsung dari pembekuan, dan menghambat plasma protein inhibitor plasminogen aktivator. Enzim ini juga dapat membantu untuk menghindari trombosis, seperti misalnya saat terjadi serangan jantung, emboli paru, atau stroke.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya

Natto merupakan sumber vitamin K yang sangat tinggi, serta mengandung kalsium yang baik untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Tidak hanya itu saja, natto juga sangat baik untuk kesehatan kulit, membantu menjaga kelembaban kulit sehingga tampak awet muda dan sehat.

Cara Pembuatan:
Pengambilan kedelai pilihan dengan tujuan memilih kedelai dengan kualitas terbaik dan yang kedelai buruk dibuang. Selanjutnya kukus kedelai dengan tujuan agar kedelai seteril dan empuk. Dengan mesin pressure cooker yang berkapasitas 150 pounds selama kurang lebih 15 menit dan suhu 100 derajat celcius.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya

Setelah dikukus, kedelai lalu didinginkan dan selanjutnya dengan menggunakan bakteriNatto Bacillus yang dilarutkan pada air, disiramkan pada kedelai yang sudah dingin.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya

Kedelai yang sudah diberi bakteri kemudian dipindahkan pada wadah besar. Selanjutnya dikemas pada kotak kecil yang berukuran 50 gram.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya

Kedelai yang telah dikemas disimpan pada ruangan yang hangat dengan temeatur rata-rata 42C (=108F). Saat fermentasi Natto membutuhkan cukup oksigen dan membutuhkan waktu 2-3 hari untuk proses fermentasinya. Setelah 2-3 hari natto siap dipasarkan.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya

Cara Penyajian:
Nattō biasanya dimakan dengan nasi hangat, dicampur dengan kecap asin. Di Hokkaido dan Tohoku utara, nattō disajikan dengan gula. Nattō juga digunakan untuk makanan lain, misalnya nattō sushi, nattō toast, dalam sup miso, salad, okonomiyaki, dengan spaghetti, untuk isi roti tawar, dimakan dengan taburan daun bawang (loncang) atau digoreng. Nattō yang dikeringkan dapat dimakan sebagai makanan ringan. Selain itu juga ada es krim natto (ga bayangin deh rasanya gimana?).

Ajitsuki Natto (natto ber-rasa)
Kalau rasa original di atas tidak mau coba rasa yang lain. Natto berasa ini mungkin dibuat untuk anak-anak yang tidak suka dengan rasa original, atau karena perkembangan kuliner di Jepang yang kian melesat, maka dibuatlah natto dengan rasa dan bentuk sajian unik.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya
Ini adalah natto senbei. Semacam kerupuk gitu deh.
Di atas senbei diberi topping natto dan saos kecap yang manis. Harganya 200 yen.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya
Natto ini ada rasanya, dikemas dalam bentuk stick.
Asyiknya bisa dimasukkan kulkas dan dinikmati dingin juga oke. Harganya 160 yen.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya
Natto ini dikenal dengan shio natto. 
Natto dengan campuran rumput laut, garam dan malt padi. Harganya 283 yen. 
Bisa langsung dimakan dengan nasi hangat.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya
Natto kenyal ini berasal dari daerah Akita. 
Disajikan unik, dengan dibungkus jerami. 
Harganya sedikit mahal, yaitu 420 yen.

Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya
Ada juga natto yang disajikan ala sushi roll. 
Natto ini banyak dijual di mini market di Jepang, seperti Lawson, Seven Eleven, atau mini stop. 
Harganya 125 yen. 

Hayoo pilih yang mana? original atau yang berasa?

Sumber: istikoma.wordpress.com dan perpustakaan online

2 Responses to "Asal-Usul Natto Jepang (Makanan yang Lengket itu Lho) dan Cara Pembuatannya"

  1. http://4.bp.blogspot.com/-uIwf2Mdy_v0/Uy2bOoSZ8HI/AAAAAAAADCE/3-VXhgnFXFk/s1600/15856_key.png

    BalasHapus