.

Festival Terliar Sanja Matsuri yang Diadakan oleh Yakuza di Tokyo Jepang


Sanja Matsuri sendiri secara harfiah berarti “Festival Tiga Kuil”. San berarti tiga, Ja diambil dari Jinja yang berarti Kuil, serta Matsuri yang artinya Festival. Sanja Matsuri ini adalah salah satu festival agama Shinto terbesar yang diadakan di Tokyo.


Hampir semua elemen masyarakat terlibat di sana. Dari yang masih anak-anak sampai yang lansia. Dari masyarakat biasa sampai Yakuza. Dan hanya di Festival ini para Yakuza, yang biasanya tertutup dan tidak menampakkan ke-Yakuza-an mereka, menampakkan diri dan “berbaur” dengan masyarakat lainnya di festival ini.


Nama resmi festival ini adalah Asakusa Jinja Reitaisai (浅草神社例大祭, Festival Besar Kuil Asakusa). Sanja Matsuri ditonton lebih dari satu setengah juta penonton, sekaligus dianggap festival terliar dari semua festival di Tokyo. setiap bulan 5 di Kuil Asakusa, Tokyo, Jepang. Perayaan ini kini berlangsung selama tiga hari pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu pada minggu ketiga bulan Mei. Perayaan dilakukan pada akhir pekan untuk memudahkan pengaturan lalu lintas.

para yakuza

Yang menjadi daya tarik dari festival ini adalah puluhan Mikoshi yang diarak keliling daerah Asakusa di Tokyo. Mikoshi itu seperti miniatur kuil Shinto. Mereka mengarak Mikoshi beramai-ramai, memutar-mutarnya dan kadang-kadang bermanuver.

mikoshi

Festival ini mulai dirayakan pada tahun 1312. Dulunya, festival ini dibagi menjadi tiga perayaan: Kannonsai (観音祭), Funamatsuri (船祭) dan Jigenkai (示現会), namun sejak tahun 1872 ketiganya dirayakan bersama-bersama selama dua hari setiap tanggal 17-18 bulan 3. Perayaannya juga tidak setiap tahun, melainkan dua tahun sekali, setiap tahun sapi, kelinci, ular, kambing, ayam, dan babi. Sejak 1872, perayaan ini dilangsungkan setiap tanggal 17-18 bulan 5.

geisha yang datang di festival

Pada zaman Edo festival ini bernama Kannonsai atau Sensō-sai. Pada waktu itu, Kuil Asakusa (Shinto) masih bersatu dengan Sensō-ji (Buddha), dan festival ini dirayakan sebagai matsuri Kuil Sensō-ji. Setelah adanya pemisahan agama Shinto dan Buddha pada zaman Meiji (shinbutsu bunri), festival ini semata-mata merupakan perayaan milik Kuil Asakusa.

para penjaja makanan

Perayaan Sanja Matsuri zaman dulu berbeda dari perayaan zaman sekarang. Pada zaman dulu, matsuri diramaikan oleh kendaraan beroda yang disebut dashi milik 18 komunitas umat (ujiko). Perayaan masa kini berintikan pada mikoshi yang diusung ke sana ke mari.
Sumber: japan-talk.com

0 Response to "Festival Terliar Sanja Matsuri yang Diadakan oleh Yakuza di Tokyo Jepang"

Poskan Komentar