.

Fakta Geisha Bukan Hanya Sekedar Wanita Penghibur Saja


Geisha di jepang sendiri sesuatu yang tabu untuk dibicarakan, tetapi semua orang di seluruh dunia sudah tahu apa itu geisha. Kenapa tabu? karena pemahaman Geisha suka disalah artikan oleh sebagian orang bahwa Geisha itu selalu dengan konotasi yang negatif. Maka dari itu kita akan bahas sedikit tentang Geisha. Bagaimana Hal ini dimulai..?



Sejarah
Geisha yang sudah ada sejak zaman dulu punya sejarah panjang. Pada awalnya istilah geisha sebenarnya hanya ditujukan untuk para pria yang menjadi houkan [pelawak di sitana kaisar]. Setelah ada wanita yang berpartisipasi, barulah muncul istilah onna geisha [geisha wanita] yang selanjutnya disebut sebagai geisha seperti sekarang ini.

Dulu orang yang menjadi geisha umumnya anak yatim-piatu atau berasal dari keluarga tidak mampu yang dibeli olehochaya [kedai teh]. Sejak masih kecil mereka dididikokasiman [istilah ‘mama’ yang mengelola ochaya] untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan lama kelamaan diangkat menjadi asisten geisha senior. Selama masa training, mereka ditempatkan dan dipekerjakan di rumah seorang seniman sebagai pelayan rumah tangga. Lamanya training ini bisa mencapai beberapa tahun hingga mereka bisa menjadi geisha. Selama bekerja di sanalah mereka mengamati dan mempelajari apa yang dikerjakan si seniman, yang dijadikan bekal pengetahuan untuk mereka kelak.


Geisha 
Geisha (bahasa Jepang: 芸者 "seniman") adalah seniman-penghibur (entertainer) tradisional Jepang. Kata geiko digunakan di Kyoto untuk mengacu kepada individu tersebut. Geisha sangat umum pada abad ke-18 dan abad ke-19, dan masih ada sampai sekarang ini, walaupun jumlahnya tidak banyak. Di Kansai, istilah "geiko" (芸妓) dan geisha pemula "maiko" (舞妓) digunakan sejak Restorasi Meiji. Istilah "maiko" hanya digunakan di distrik Kyoto. Pengucapan ˈgi ʃa ("gei-" - "key") atau "gadis geisha" umum digunakan pada masa pendudukan Amerika Serikat di Jepang, mengandung konotasi prostitusi. Di Republik Rakyat Cina, kata yang digunakan adalah "yi ji," yang pengucapannya mirip dengan "ji" dalam bahasa Mandarin yang berarti prostitusi. Geisha belajar banyak bentuk seni dalam hidup mereka, tidak hanya untuk menghibur pelanggan tetapi juga untuk kehidupan mereka. 


Intinya bahwa Geisha itu bukan wanita penghibur, PSK, ataupun ladies Escort yang bisa dibawa tidur oleh kaum adam, tetapi justru awal mulanya mereka ada karena tuntutan karir dan zaman bahwa wanita bisa juga sebagai entertainer. 


Setelah 100 tahun sejak Geisha ada, ketidakpastian mengenai Keberadaan Geisha sendiri mulai bergeser sedikit demi sedikit. Di Jepang banyak sekali kaum adam saat itu (suami) yang tidak puas dengan rumah tangganya, nah karena kehebatan Geisha yg bisa menghibur, menari, melawak dan menyanyi maka tidak heran banyak kaum para suami/lelaki yang ingin mencari Geisha sebagai pasangan hidupnya. Dan inilah salah satu contoh pergeseran Geisha yang tadinya mereka adalah entertainer sejati menjadi buruan kaum adam yang sifatnya hanya pelarian dari kenyataan hidupnya. 

Pakaian/Tata Busana Geisha 
Busana di tahun 1930, seorang Geisha tampil bak supermodel, cantik, anggun, mempunyai tubuh yang seksi dan juga masih menghormati adat istiadat kuno jepang. Dan uniknya wanita Geisha sangat menutupi bagian auratnya yang bisa mengundang nafsu kaum adam, ini terlihat dari pakaian para geisha (kimono) seperti dibawah ini. Dan yang terbuka hanya bagian leher belakang yang berbentuk V. semakin panjang bentuk V-nya kebawah berarti sang Geisha semakin provokatif. 


Memakai Kimono tidak semudah yang kita bayangkan karena ternyata baju kimono memiliki 12 lapisan dan itu harus sesuai dengan masing-masing setelannya! tahukah perlu waktu berapa lama untuk memakainya? 1 Jam lebih. Dan setelah kimono terpakai si wanita harus menyesuaikan gerakannya. Untuk menentukan Geisha Muda dan Geisha Senior, lihat saja warna kerahnya. jika warna kerahnya merah berarti Geisha Muda, dan jika kerah warna putih berarti Geisha Senior. 
Soal Rambut, Geisha kadang memakai wig atau juga rambutnya di bentuk dengan cara me-wax agar lebih mengembang. dan yang perlu dihindari adalah terlalu sering mencuci rabut ataupun menyisir rambutnya yg bisa mengakibatkan kerontokan rambut ataupun ramput tidak dapat mengembang. dan tahukah anda berapa kali mereka keramas dalam sebulan? hanya 2x sebulan!


Ketrampilan apa yang harus dimiliki oleh seorang Geisha? 
1. Kemampuan menari tradisional 
2. Kemampuan Menyanyi 
3. Kemampuan berkomunikasi 
4. Kemampuan Melawak 

Kerahasian yang tidak boleh dilakukan oleh seorang Geisha pada saat dia menghibur dan mereka harus pandai merahasiakan hal tersebut : 
1. Tidak boleh terlihat sedih, apalagi menangis 
2. Tidak boleh menerima dan memberi cinta 
3. Tidak boleh memilih cinta 
4. Tidak boleh terlihat emosional apalagi melakukan kekerasan 

Geisha di Zaman Modern
Lain halnya dengan dulu, geisha di zaman modern ini tidak lagi berasal dari keluarga miskin atau yatim-piatu. Siapapun bisa menjadi geisha, namun yang pasti mereka dituntut untuk menguasai berbagai bidang kesenian Jepang tradisional, mulai dari ikebana [seni merangkai bunga], chanoyu [upacara minum teh], menari tarian tradisional, kaligrafi, membuat puisi, bermain alat musik tradisional shamisen [sejenis banjo bersenar tiga], kodaiko [drum kecil yang dimainkan menggunakan stik kayu], hingga mempelajari bahasa Inggris.

Di Kyoto, anak gadis yang magang untuk menjadi geisha dikenal dengan sebutan maiko. Biasanya usia maiko bekisar 15-20 tahun. Para maiko ini di-training untuk menemani geisha senior melayani tamunya di kedai teh atau undangan pesta hanya sekedar menyajikan minuman, mengobrol dengan tamu, dan tampil menunjukan kemampuan seninya, yaitutachikata dan jikata. Tachikata yang menampilkan tarian tradisional Jepang biasanya dilakukan oleh para maiko, sedangkan jikata kebanyakan dilakukan oleh geisha senior dengan menampilkan nyanyian atau permainan musik tradisional. Setelah berusia 20 tahun, para maiko harus memutuskan apakah mereka akan menjadi geisha atau tidak. Apabila kelak mereka menikah, mereka tidak boleh lagi menjadi geisha. Harga yang dibayar untuk menyewa geisha cukup mahal, dan tidak sembarang orang bisa menyewa geisha, kecuali orang yang punya relasi dekat dengan okamisan. Satu hal yang perlu diketahui, para geisha tidak menyajikan makanan, membicarakan hal-hal lain di luar pesta, apalagi bekerja one-night stand untuk tamunya.

Jadi, Geisha itu bukan seorang PSK. mereka adalah pekerja seni sejati, melestarikan kebudayaannya, menghibur dan membuat orang lain bahagia. tapi kalau dilihat apa yang dikorbankan bagi seorang Geisha agar bisa menghibur sungguh ironis dan tidak seimbang. 


Sekarang ini jumlah geisha di Jepang semakin menurun drastis. Kalau pada tahun 1920-an jumlah geisha di Jepang mencapai 80 ribu orang, sekarang ini jumlahnya kurang dari 10 ribu orang. Disamping pengaruh masuknya budaya Barat, penyebab lainnya adalah berkurangnya orang yang tertarik menjadi geisha karena harus mengikuti proses training yang memakan waktu lama dan detail. Selain itu mahalnya harga sewa geisha membuat orang-orang memilih alternatif hiburan lain pada pesta mereka. Walau sudah langka, para geisha modern masih bisa ditemukan di distrik geisha Kyoto dan Tokyo. Demikian juga maiko yang banyak ditemukan di distrik Kyoto, seperti Gion dan Pontocho; dan distrik Higashi Geisha di Kanzawa. 

Sumber: bnybiru.blogspot.com, wikipedia dan animonster

0 Response to "Fakta Geisha Bukan Hanya Sekedar Wanita Penghibur Saja"

Poskan Komentar