.

Jalan-Jalan ke Tsukiji Market Pasar Ikan Sekaligus Pabrik Sushi Terbesar di Dunia


Mau belanja ikan atau mencoba sushi? Jangan lewatkan untuk mampir di tempat yang satu ini! Namanya pasar Tsukiji atau Tsukiji market. Walaupun pasar jangan bayangkan pasar ini sama seperti di Indonesia. Jika di Indonesia pasar identik dengan bau, kotor dan harganya murah meriah, tetapi di Jepang malah kebalikannya harganya juga sama dengan yang ada di mall-mall karena terjamin kualitas dan kesegarannya. Mau tahu lebih banyak tentang Tsukiji Market ini? Yuk kita simak!


Pasar Tsukiji (築地市場) atau populer sebagai pasar ikan Tsukiji adalah pasar induk yang berada di Tsukiji, distrik kota Chūō, Tokyo. Pasar ini merupakan pusat grosir hasil laut dan hasil pertanian. Buka setiap pagi, kecuali hari Minggu, hari libur, dan hari libur pasar di Jepang (biasanya Rabu).


Pasar Tsukiji mulai beroperasi secara resmi pada 2 Februari 1935, dan merupakan pasar yang tertua di antara 11 Pasar Pusat Grosir Metropolitan Tokyo. Setiap harinya dilelang hasil laut sebanyak 2.080 ton dan sayuran/buah sebanyak 1.180 ton, dan membuatnya sebagai pasar ikan terbesar di Jepang.


Kawasan sekitar Pasar Tsukiji disebut Pusat Perbelanjaan Luar Pasar Tsukiji atau populer sebagai jōgai shijō (pasar bagian luar). Selain ramai dengan toko hasil laut, di pusat perbelanjaan terdapat banyak rumah makan, terutama sushi, dan toko eceran berbagai jenis barang. Kawasan bagian luar pasar adalah obyek wisata yang ramai dengan wisatawan.


Untuk mencapai Tsukiji Market. Dari Tokyo Station, naiklah Marunouchi Subway Line dari Tokyo ke Ginza (3 menit), lalu transit ke Hibiya Subway Line menuju Tsukiji Station (3 menit). Ongkosnya yaitu 160 Yen (Rp19.500). Kalau penginapan Anda ada dekat Shinjuku Station, naiklah Oedo Subway Line langsung menuju Tsukiji Station. Waktu perjalanannya yaitu 20 menit dan harga tiketnya 260 Yen (Rp 31.000)


Tsukiji Market terbagi jadi dua area yakni pasar dalam (jonai-shinjo) dan pasar luar (jogai-shijo). Mengutip situs Japan Guide, Selasa (18/9/2012), pasar yang terletak di wilayah Tsukiji ini sudah mulai ramai pukul 03.00 dini hari. Anda bisa menyaksikan proses pemotongan dan penggilingan ikan di jonai-shinjo, melihat langsung berton-ton tuna beku dipotong menggunakan gergaji raksasa!


Eits, jangan beranjak pulang jika hari beranjak pagi. Para turis biasa memenuhi Tsukiji Market mulai pukul 05.30-08.00 waktu setempat untuk sarapan. Deretan warung menyuguhkan beragam sushi segar, bahannya langsung dari pasar!


Daiwa Sushi dan Sushi Dai adalah dua warung yang paling terkenal di Tsukiji Market. Jangan kaget kalau Anda datang, antrian sudah panjang! Tak jarang wisatawan harus mengantri sampai 3 jam untuk mendapat seporsi sushi dan sashimi yang luar biasa segar.


Kalau bunyi keroncongan di perut sudah tak tertahankan, jangan patah harapan. Datanglah ke Sushi Bun yang menjual sushi dengan kesegaran yang sama. Warung ini sudah beroperasi selama 150 tahun lho! Sekarang, Sushi Bun dikelola oleh generasi ke-4, yang untungnya, bisa berbahasa Inggris sehingga memudahkan wisatawan untuk memesan.


Masih di Tsukiji Market, ada juga Nakaya Sushi yang terkenal dengan menu Donburi. Ini adalah semangkuk nasi panas yang diberi sashimi segar sebagai topping. Ada Toro (tuna), Ikura (salmon), dan berbagai jenis seafood lain.


Belum puas melahap sushi? Beranjaklah ke Iwasa Sushi, Sushi Maru, dan Ichiba Sushi yang masih berada di kawasan Tsukiji Market. Warung yang terakhir itu hanya menggunakan seafood kualitas prima sebagai bahannya. Masih kurang? Datanglah pada bulan Agustus saat berlangsung Seasonal Japanese Seafood di Tsukiji Market! 

Makanan Laut yang Diasinkan

Depot Sushi

 Curry Raisu 

Wasabi


Seafood

Fried Food

Shell Fish

Toko Pisau

Taiyaki Seller





0 Response to "Jalan-Jalan ke Tsukiji Market Pasar Ikan Sekaligus Pabrik Sushi Terbesar di Dunia"

Poskan Komentar