.

Kebiasaan Orang Jepang Yang Sangat Berbeda dengan Indonesia


Kebiasaan masing-masing Negara sudah pasti berbeda-beda. Kita sebagai pendatang wajib menyesuaikan diri dengan kebiasaan tempat yang kita datangi. Jika sedang berkunjung ke Jepang, kalian juga harus beradaptasi dengan kebiasaan dan aturannya. Apa saja kebiasaan atau aturannya??

Kebiasaan di kantor atau pada saat bekerja
1. Jangan pernah terlambat! Ini hal terpenting yang harus kamu perhatikan jika ingin mendapat penilaian yang baik dari orang Jepang. Mereka paling tidak suka menunggu orang yang tidak tepat waktu. Jika kamu dengan sangat terpaksa terlambat, teleponlah mereka, jelaskan alasanmu mengapa bisa sampai terlambat, dan sebutkan berapa lama kamu akan terlambat.

2. Kita biasanya ketika jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang mungkin terasa aneh karena mirip siaran berita di televisi. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan daerah asalnya. Misalnya “, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

3. Setelah Jikoshokai jangan pernah lupa menambahkan kata san, di belakang nama seseorang, karena akan terdengar tidak sopan jika kita memanggil seseorang tanpa tambahan san ini. Jangan juga menggunakan kata anata (kamu) ketika sedang berbicara dengan orang lain, panggil saja namanya.

4. Ketika kamu diajak oleh rekan kerjamu menghadiri sebuah acara “Nomikai” atau Japanese drinking party, jangan pernah minum bir di gelasmu terlebih dahulu. Tunggulah sampai seseorang menyampaikan kata-kata pembukaan lalu setelah berkata “kanpai” bersama-sama yang lain barulah boleh minum bir di gelasmu.


Kebiasaan di restoran atau rumah makan
1. Ketika sedang makan jangan pernah menambahkan kecap pada nasi putih. Ini dianggap tidak sopan oleh orang Jepang. Sebaliknya, mengangkat mangkok ketika makan nasi atau mie, dan mengeluarkan suara sruputan ketika sedang makan mie, dianggap hal yang wajar oleh orang Jepang. Selain itu jangan pernah menyisakan makanan ketika sedang makan.

2. Ketika sedang menggunakan sumpit, jangan pernah menaruhnya dengan posisi tertancap di nasi, dan jangan pernah memindahkan makanan langsung dari sumpit ke sumpit dengan orang lain, karena hal tersebut mengingatkan dengan penggunaan sumpit pada upacara kematian. Dan jangan menjilat sumpitmu seenak apapun makanan yang kamu makan.


3. Walaupun niatnya ingin berterima kasih, jangan pernah memberi tip kepada pelayan di Jepang! Karena memberi tip di rumah makan atau restoran bahkan bisa-bisa dianggap sebagai penghinaan.

Kebiasaan di alat transportasi umum
1. Jangan marah ketika kamu sedang berdiri tiba-tiba ada yang mendorongmu. Itu artinya kamu berdiri di tengah jalan dan menghalangi jalan orang lain. Segeralah menyingkir. Jangan berdiri sembarangan ketika sedang menaiki eskalator! Orang jepang punya aturan tidak tertulis tentang ini. Jika kamu sedang berada di daerah Tokyo, eskalator sebelah kanan adalah untuk orang yang santai, sedangkan sebelah kiri untuk orang yang buru2 (naik eskalator sambil berjalan), sedangkan di Osaka berlaku sebaliknya.

2. Jangan menelepon ketika sedang berada di dalam kereta! Bahkan jika kamu duduk di dekat priority seat (kursi khusus untuk orang tua, penyandang cacat, ibu hamil, dan ibu yang membawa anak-anak), kamu harus mematikan dering telepon genggammu. Menelepon di kereta akan mengganggu orang-orang di sekitarmu, orang-orang dalam kereta, sedangkan mematikan dering telepon genggam jika berada di dekat priority seat bertujuan agar orang tua atau penyandang sakit jantung yang duduk di priority seat tidak sakit jantungnya karena kaget mendengar handphonemu berbunyi tiba-tiba.

3. Kalau kamu naik taksi di Jepang, kamu akan mendapati fakta bahwa para supir taksi akan membukakanmu pintu ketika masuk dan membukakan pintu saat akan keluar. Penumpang tidak diperkenankan untuk membuka dan menutup pintu sendiri.


4. Jangan berdiri terlalu lama di depan mesin tiket kereta otomatis. Orang-orang yang ramai mengantri di belakangmu akan menganggap kamu bodoh. Jadi siapkan uang dan pastikan tujuanmu dulu, baru mengantri di depan tiket.

5. Naik sepeda di Jepang juga ada aturan ketatnya. Dilarang membonceng orang lain kecuali yang membonceng berusia di atas 16 tahun, itupun tidak boleh membonceng lebih dari satu orang saja. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen. Coba bandingkan di Indonesia yang naik sepeda bisa seenaknya sendiri.

Kebiasaan ketika berwisata, jalan-jalan atau main ke rumah orang
1. Kalau mau berkunjung ke rumah orang di Jepang, jangan main datang saja. Kamu harus meminta ijin terlebih dahulu. Datang ke rumah orang tanpa ijin atau konfirmasi sebelumnya termasuk tindakan kurang sopan di sana.

2. Orang Jepang tidak suka dipotret sembarangan. Jadi kalau kamu lagi jadi wisatawan di Jepang jangan sembarangan memotret orang yang kamu pikir unik. Mereka bisa marah lho. Kalau ingin banget motret, harus minta ijin dulu, atau kalian sembunyi-sembunyi saja. Inilah sebabnya mengapa kita lihat banyak foto-foto tentang orang Jepang yang wajahnya diblur atau matanya disamarkan dengan diberi tanda hitam.


3. Buang sampah di tempat wisata atau dimanapun pokoknya di Jepang itu tidak semudah di Indonesia. Tempat sampah di jepang ada banyak, dibedakan berdasarkan jenis sampahnya. Bukan cuma organic atau non organic saja, tapi ada sampah khusus botol, kemasan karton susu atau jus, sampah dapur, plastic, kertas, dan kaleng. Buang sampah harus dipilah-pilah dulu ya. 

4. Jangan makan sambil jalan kalau lagi ada di Jepang. Walaupun yang kamu makan cuma sekedar makanan ringan seperti takoyaki atau roti. Makan es krim dan minum masih sedikit dimaklumi.

5. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.


6. Musim hujan tidak bawa payung? Kamu akan dianggap tidak bertanggung jawab pada diri sendiri. Semua orang di Jepang termasuk pria baik muda maupun dewasa akan selalu membawa payung jika musim hujan tiba. Tidak seperti di Indonesia, cowok-cowok pada malu kalau bawa payung. Hal ini dilakukan karena orang Jepang tidak suka berdekatan dengan orang yang bajunya basah karena kehujanan. Selain itu orang Jepang tidak mau sakit gara-gara kehujanan, karena itu akan membuat orang lain repot. Jadi mereka membawa payung agar tidak sakit kena air hujan.

7. Ini yang paling bikin aku kagum sama orang Jepang. Disiplin tanpa banyak tanya dan patuh terhadap hukum. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ketika tidak ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, merokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal tidak ada mobil yang lewat satupun. Mungkin jika mereka ngelanggar peraturan juga tidak akan celaka.

Kebiasaan ketika berhitung
1. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda. 

2. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “nu” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “fu” (フ) atau “wa” (ワ). Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau tidak belum tentu dapat dipahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.


0 Response to "Kebiasaan Orang Jepang Yang Sangat Berbeda dengan Indonesia"

Poskan Komentar