.

Membuang Sampah di Jepang Super Ribet! Aturan Ketat! Bayar lagi!


Di negara kita tercinta Indonesia, sampah merupakan barang kotor yang sangat disepelekan oleh masyarakat, dibuang seenaknya dan tidak dirawat dengan baik. Ya iya lah buat apa juga ngurusin sampah yang menjijikkan seperti itu? Eiits tunggu dulu, jangan dilihat dari kotornya saja tetapi lihatlah hasil atau akibat dari ketidaksadaran membuang sampah sembarangan. Seperti ketika musim hujan tiba banyak rumah yang kebanjiran karena sampah, berbagai penyakit karena sampah, selain itu sampah yang berserakan juga akan mengganggu orang yang menginjaknya (kepeleset), baunya (bau sampah yang busuk) dan tidak enak dipandang mata. hehehe

Jalan di Indonesia

Berbeda dengan negara maju seperti Jepang. Jika kalian pergi kesana lihatlah di sekitar jalan, di depan rumah, di tepi sungai maupun di kolong jembatan pastilah tidak terlihat satu sampahpun yang berserakan. Hmm kog bisa gitu ya? Apa sih rahasianya? Yuk langsung kita simak aja!

Jalan di Jepang

Rahasianya adalah pemerintah Jepang yang memberikan peraturan ketat kepada masyarakatnya tentang pembuangan sampah. Selain itu kebiasaan membuang sampah di tempatnya sudah di ajarkan oleh leluhur mereka sejak zaman Edo. Ini nih peraturannya:

Memilah-Milah Jenis Sampah
Hal yang paling mendasar dari proses membuang sampah adalah memilah sampah (bunbetsu) berdasarkan jenisnya.  Belum lagi kita harus membeli dua jenis kantong plastik sampah, karena tidak boleh memakai sembarang kantong. Di Indonesia juga sudah diberlakukan sistem seperti ini tetapi tetap saja masih banyak orang yang ngawur membuangnya karena tentu saja malas milihnya.


Dua kantong plastik tersebut berwarna hijau untuk sampah yang masih bisa diolah secara alami / organik (moerugomi) dan warna putih untuk sampah yang tidak bisa diolah secara alami / anorganik (moenaigomi). Tapi, dua warna ini tidak berlaku di semua wilayah karena setiap wilayah memiliki warna tersendiri untuk membedakan kedua jenis sampah tersebut.

Dan hal itu sama halnya kantong sampah yang dibeli di wilayah Hokaido tidak akan bisa dipakai di wilayah Tokyo. Jadi jangan beli kantong plastik di luar kota ya. Kantong sampah ini dijual secara bebas di supermarket dalam berbagai macam ukuran. Ada yang kecil, sedang, besar dan dengan desain yang berbeda tergantung kota. Dua jenis sampah (moenaigomi dan moerugomi) tersebut kemudian di bagi lagi dalam beberapa jenis. Jangan sampai salah lho, soalnya nanti bisa saja ditegur petugasnya apalagi parahnya jika di marahi. Waw! 

Jenis-Jenis Sampah
Moerugomi: 
Terdiri dari sampah rumah tangga, seperti sampah dapur, foto, pampers, potongan kayu, dan bantal. Khusus untuk sampah dapur (sampah makanan, kulit buah, dll) terlebih dahulu harus dibuang airnya atau di peras, baru dimasukkan ke dalam kantong sampah. 


Moenaigomi, terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
1.Sampah kaleng: kaleng minuman, makanan kaleng, dan kaleng spray.
2.Botol minuman: botol plastik minuman, botol kaca yang dipisahkan berdasarkan warna.
3.Botol minyak goreng.
4.Wadah plastik: cup bekas mie instan, tutup botol plastik, botol shampo, dll.
5.Benda besi dan alat elektronik skala kecil: panci, hairdryer, karpet listrik, kipas angin, jam, dll.
6.Benda-benda yang mengandung unsur kimia: baterai, lampu, termometer, dll.
7.Sampah kertas: majalah, koran, komik, dan kardus. Usahakan agar sampah jenis ini terlebih dahulu diikat dengan tali agar rapi.
8.Benda plastik Olahan: mainan yang terbuat dari plastik, kotak cd, ember, sikat gigi, pemantik api, dll. Jika ada sampah pemantik api, dianjurkan untuk membuang sisa gas yang tersisa untuk mencegah terjadinya kebakaran.
9.Benda kaca olahan: cawan, gelas, lampu, botol kosmetik, dll. Untuk sampah pecahan kaca diharuskan untuk di bungkus terlebih dahulu dengan kertas dan menuliskan kata kiken (bahaya) di permukaannya.

Jadwal Membuang Sampah
Hah ada jadwalnya juga? heemb. Hati-hati untuk membuangan sampah jangan sampai salah hari. Bisa-bisa sampah itu tidak akan diangkut dan akan ditempel kertas berisikan pemberitahuan keras atau peringatan, bahwa sampah ini telah melanggar peraturan. Jika wilayah tempat tinggal kita mewajibkan untuk menuliskan nama dan alamat di kantong sampah, maka bisa dipastikan sampah yang salah hari itu akan dikembalikan ke depan rumah yang melakukan kesalahan tersebut .


Selain moerugomi yang memiliki jadwal di buang seminggu dua kali, dan moenaigomi jenis plastik biasa yang memiliki jadwal buang seminggu sekali, jenis-jenis sampah yang lain hanya memiliki jadwal buang sampah satu bulan satu kali. Moenaigomi jenis plastik biasa ini, biasanya berbentuk kantong plastik, tutup botol plastik, pokoknya yang biasa-biasa gitu deh.

Jika jadwal tersebut terlewatkan, bisa dipastikan kita harus menyimpan sampah tersebut selama satu bulan, sampai jadwal berikut tiba! Oh iya, setiap rumah atau apartement di wilayah Jepang, pasti akan menerima kalender jadwal pembuangan sampah. Sesuai dengan wilayah masing-masing dari perintah setempat yang dikirim via pos tanpa dipungut biaya sepeserpun karena sudah termasuk dalam pembayaran iuran sampah yang kita bayar sebulan sekali.

Sampah Khusus dan Cara Membuangnya
Hal lain yang masih perlu kalian ketahui tentang sampah menyampah ini. Jenis sampah yang bisa dibuang secara gratis memiliki batasan. Untuk jenis sampah yang sudah disebutkan diatas tentu saja kita bisa membuangnya secara gratis. Lho, memangnya ada yang buang sampah harus bayar? Tentu saja. Ada beberapa jenis sampah yang menuntut kita mengeluarkan uang jika ingin membuangnya. 

Jenis sampah seperti lemari, meja, kursi, TV, komputer, AC, kulkas, microwave, dll, yang sudah jelas hukumnya tidak bisa dibuang ditempat biasa. Jika kita ingin membuang benda-benda seperti itu, kita harus melihat kembali jadwal pembuangan sampah barang besar yang telah diberikan pemerintah setempat. Dan tentunya kita harus membeli semacam kupon, dengan harga bervariasi sesuai dengan jenis sampah besar yang ingin kita buang, lalu kupon itu harus kita tempel ke objek (sampah), sebagai bukti kita membuang sampah secara legal.

Selain cara membeli kupon, kita juga bisa membuang sampah jenis ini ke toko barang bekas (chuuko). Karena pengolahan jenis ini membutuhkan biaya tersendiri, biasanya penduduk lebih memilih untuk menjual barang-barang tersebut ke chuuko. Walaupun kadang-kadang tidak akan ada uang yang diterima alias zeroyen atau gratis, tapi kebanyakan penduduk tidak keberatan. Ini lebih baik daripada harus membeli kupon, kan?

Tapi, ada juga kasus di mana justru kita harus membayar ke chuuko, atau sebaliknya, kita malah dibayar oleh chuuko. Lain halnya, jika kita membeli barang elektronik baru di toko, misalnya TV, biasanya pihak toko akan menanyakan apakah TV lama sudah tidak terpakai? Kalau tidak terpakai, mereka akan mengambilnya dengan GRATIS!

Lho, keenakan tokonya dongg? Pikir dulu deh. Jika kita tidak membeli apapun dari toko tersebut dan ingin membuang barang elektronik yang kita miliki ke toko mereka, biasanya akan dikenakan biaya bervariasi, mulai dari 1000 yen, tergantung dari jenis dan ukuran benda kita.

Karena itu, penduduk setempat yang malas berurusan dengan biaya-biaya seperti ini, lebih memilih untuk membuang sampah khusus ini sesuka hati mereka. Kadang mereka membuang ke laut, ke gunung (seperti ibunya nobita), atau di pinggir jalanan yang sepi. Buat kalian tidak punya uang di jepang untuk  membeli tv atau peralatan elektronik lainnya, barang ini juga boleh diambil lo.. tentunya dengan harga yang gratissssss.

Walaupun ada juga yang nakal membuang sampah sembarangan, tetapi yang mematuhi aturan lebih banyak. Sehingga Jepang tetap terlihat bersih dan indah. Indonesia juga bisa khan seperti ini??

0 Response to "Membuang Sampah di Jepang Super Ribet! Aturan Ketat! Bayar lagi!"

Poskan Komentar