.

Sejarah Hanami Pariwisata Melihat Bunga Sakura di Jepang


Tradisi hanami merupakan tradisi menikmati keindahan bunga sakura. Hanami berasal dari kata “hana” yang berarti “bunga” dan “miru” yang berarti “melihat”. Jadi hanami artinya “melihat bunga”. Rombongan demi rombongan berpiknik menggelar tikar dan duduk-duduk di bawah pepohonan sakura. Umumnya mereka membawa bento atau bekal makanan yang dipersiapkan dari rumah. Ada kelompok keluarga, kelompok perusahaan, organisasi, sekolah dan lain-lain.


Hanami sudah ada di Jepang berabad-abad lamanya. Tradisini sudah ada sejak periode Nara (710-794), dan ketika itu bunga plum atau ume yang dinikmati. Keika periode Heian (794-1185), bunga sakura menjadi lebih menarik untuk dinikmati dan sejak saat itu Hanami identik dengan bunga sakura.


Bunga sakura awalnya digunakan untuk menandakan hari panen tahunan dan menandakan musim tanam padi. Orang Jepang ketika itu percaya pada roh suci yang di dalam pohon sakura dan membuat persembahan. Kemudian orang Jepang akan minum sake untuk merayakannya. Kerajaan Saga pada periode Heian, mengadopsi kepercayaan kuno ini, sehingga mereka mengadakan Hanami sambil minum sake dan mengadakan pesta di bawah pohon sakura. Kemudian puisi akan ditulis untuk menggambarkan keindahan bunga sakura. Siklus bunga sakura dianggap sebagai cerminan hidup manusia, dimana dilihat indah dan bercahaya namun hanya sekilas/ singkat. 

Hanami pada awalnya terbatas hanya untuk kalangan orang elit kerajaan tetapi kemudian menyebar ke kalangan samurai. Pada jaman Edo, warga Jepang biasa dapat mengikuti Hanami. Tokugawa Yoshimune kemudian menanam banyak pohon sakura untuk mendukung kebiasaan Hanami ini. 


Ada pepatah yang mengatakan bahwa "kue lebih menarik daripada bunga" (花 より 団子 hana Yori Dango). Pepatah ini menggambarkan bahwa orang Jepang lebih fokus pada makanan dan pesta yang diadakan daripada menikmati bunga itu sendiri.

"Di bawah pohon sakura" adalah cerita terkenal yang dikarang oleh Motojiro Kajii. Cerita ini mengatakan bahwa terdapat mayat di bawah pohon sakura.


"Mayat dikubur di bawah pohon sakura. Kamu harus percaya ini! Jika tidak, kamu tidak dapat menjelaskan keindahan bunga Sakura. Akhir-akhir ini aku gelisah, karena aku tidak bisa percaya pada keindahan ini. Tetapi sekarang aku mengerti: mayat dikubur di bawah pohon sakura! Anda harus percaya - Motojiro Kajii". Entah aku tidak tahu apa maksudnya. Hehe

Sumber: Halojepang.blogspot.com

0 Response to "Sejarah Hanami Pariwisata Melihat Bunga Sakura di Jepang "

Poskan Komentar