.

Mitos dan Tradisi Kehamilan di Jepang


Selamat siang minna-san, hari ini kita akan membahas tentang wanita tepatnya kita akan membahas Mitos dan Tradisi Kehamilan di Jepang. Perlu kalian tahu hidup sebagai seorang wanita tidaklah mudah karena mereka mempunyai tugas berat dan mulia daripada seorang lelaki. Tugas itu adalah mengandung anak dan melahirkan. Sebelum melahirkan seorang wanita wajib menjaga calon anaknya selama 9 bulan di dalam kandungan. Untuk itu hargailah dan sayangi ibu kalian karena mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anak tercintanya.

Mitos dan tradisi kehamilan di Jepang

Untuk wanita hamil atau calon ibu yang telah dititipi seseorang anak didalam tubuhnya sebaiknya bersyukur dan menjaga kandungan agar janin sehat dan kuat sampai proses kelahiran nanti. Ngomong-ngomong tentang hamil, ada sebuah mitos dan tradisi tentang kehamilan yang perlu kalian tahu. Di daerah yang berbeda, mereka akan mempunyai mitos dan tradisi yang berbeda pula. Sama halnya dengan mitos dan tradisi kehamilan di Jepang. Berikut tradisi tentang kehamilan yang berkembang di Jepang, dirangkum dari hawcc.hawaii.edu:

1. Perempuan hamil harus makan banyak kedelai, ikan (terutama sarden), mochi (untuk meningkatkan laktasi), beras, ume, dan banyak sayur. 

2. Perempuan hamil tidak diizinkan untuk makan makanan laut yang bercakar seperti kepiting atau lobster. Hal ini diyakini akan menyebabkan anak mencadi pencuri. hehe lucu juga mitosnya tapi boleh percaya boleh nggak sih.

3. Perempuan hamil juga tidak boleh makan cumi-cumi atau kesemek, hal ini diyakini dapat membuat rahim menjadi dingin, yang dapat menyebabkan keguguran. Aduh kalau pingin cumi gimana ya. Padahal cumi-cumi itu enak.

4. Wanita hamil dilarang untuk duduk dengan kaki disilangkan, orang Jepang percaya itu dapat menyebabkan bayi sesak nafas. 

5. Selama tiga bulan pertama wanita hamil disuruh tinggal diam, tidak boleh banyak beraktifitas. Pada bulan berikutnya, mereka harus tetap aktif untuk memastikan kelahiran lebih mudah. 

6. Wanita hami dianjurkan untuk tidak mengambil langkah besar ketika berjalan karena ini merupakan tanda kemalasan. Jadi jalannya dengan langkah kecil aja minna asalkan nyampek dan jangan berlari tentunya.

7. Diyakini jika wanita hamil yang melihat api, anaknya akan lahir dengan tanda lahir. Kalau masak gak lihat api emang bisa?

8. Wanita hamil disarankan untuk tidak menghadiri pernikahan karena diyakini roh orang meninggal akan mengambil jiwa bayi. Bila terpaksa harus menghadiri pemakaman, disarankan untuk memakai pakaian serba hitam.

9. Wanita hamil harus membersihkan toilet mereka setiap hari agar bayi tampak sehat dan baik. Waduh kog gitu. Apa hubungannya toilet dengan bayi?

10. Wanita hamil dilarang untuk menaikkan berat badan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Berarti berat badan boleh dinaikkan sedang-sedang saja.

Sekian postingan kali ini, jangan lupa like facebook di sidebar kanan untuk dapat melihat artikel terbaru kami. Terima kasih sudah membaca artikel tentang "Mitos dan Tradisi Kehamilan di Jepang" dan semoga bermanfaat.^^. Untuk yang mau copy-paste tidak apa-apa asalkan memberi link aktif seperti ini ya: http://www.japanindocuteculture.com/2013/11/mitos-dan-tradisi-kehamilan-di-jepang.html tapi mohon maaf untuk yang suka copy-paste sembarangan hati-hati blog anda akan kami laporkan pada pihak blogger.

0 Response to "Mitos dan Tradisi Kehamilan di Jepang"

Poskan Komentar