.

Cara Dasyat Mengatasi dan Mencegah Banjir di Negara Jepang


Negara Jepang dikenal sebagai salah satu negara maju di dunia. Negara maju yang identik dengan banyaknya gedung pencakar langit, walaupun begitu negara ini tidak pernah dilanda banjir yang separah seperti di Indonesia. Mau tahu mengapa??? karena mereka hidup bersahabat dengan lingkungan yang mereka tempati dengan cara menjaga dan melestarikan lingkungan alami tersebut. Beginilah cara mereka menjaga lingkungan:

Cara Jepang Mengatasi dan Mencegah Banjir
Wah bule ini enak bgt tidur di air banjir

1. Tidak membuang sampah sembarangan. 
Orang Jepang sangatlah disiplin terhadap sampah ini. Karena mereka tahu selain kotor, sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan penyakit. Selain itu kesadaran mereka untuk tidak membuang sampah sembarangan sangatlah kuat. Bayangkan saja bungkus permen kecilpun mereka tidak akan membuangnya di sembarang tempat, sampai menemukan tempat sampah terdekat, apalagi sampah yang besar yang biasanya membuangnya saja akan kena biaya. Alhasil mereka mendapatkan lingkungan yang bersih, asri, alami, segar, dan hidup tanpa penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan kotor. 

Hal ini sangat sangat sangat berbeda sekali dengan Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk tidak membuang sampah sembarangan sangatlah kurang. Banyak sekali terlihat orang-orang di jalan, mulai dari pejalan kaki, orang bersepeda, bersepeda motor, bermobil, orang kecil, orang gedhe, orang miskin, orang kaya, anak kecil, remaja, orang tua, bahkan penulis atau anda sekalipun tentunya sering membuang sampah sembarangan khan? 

Parahnya lagi tidak jarang orang tua yang mengajarkan anak-anaknya untuk membuang sampah sembarangan. Contohnya ketika anak bertanya, "Ma ini dibuang dimana?". Ketika ibu atau mamanya tidak melihat tempat sampah di sekitarnya, maka langsung saja dia berkata "Buang disini saja gak papa (jalan)". Astagfirullah. Apakah kalian sadar bahwa kebiasaan tersebut dapat merugikan diri kita sendiri? Contohnya sudah terlihat di depan mata kita khan.. Banjir yang melanda Jakarta sendiri itu bukanlah salah alam ataupun hujan tetapi itu adalah kesalahan dari perilaku kita sendiri yang suka meremehkan "sampah" dan merusak alam. 

Cara Jepang Mengatasi dan Mencegah Banjir
Sebelah kanan Indonesia Sebelah kiri Jepang


Mungkin semua orang sudah tahu bahwa membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan banjir. Terutama sampah yang dibuang di aliran sungai atau aliran lainnya lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat aliran air sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akan meluap sehingga menyebabkan banjir. Nah jika sudah tahu dan merasakan dampaknya begitu hebat, ribuan rumah tenggelam, kerugian material setiap tahun, dan banjir juga menyebabkan beberapa orang tewas. Apakah kalian tidak mau sadar juga???? 

Cobalah mengerti keadaan Indonesia sekarang ini. Jagalah kebersihan mulai dari diri sendiri. Sebenarnya bukan sesuatu yang sulit membuang sampah pada tempatnya. Karena hampir di sepanjang jalan seperti di depan rumah, tempat umum, tempat wisata, halte sudah banyak tempat sampah yang tersedia. Bila tidak menemukan tempat sampah, cobalah jalan sebentar untuk mencarinya atau jika rasa malas muncul coba sampah tersebut sisihkan di kantong plastik kemudian simpan di dalam tas lalu buang ketika menemukan tempat sampah. Begitu juga saat perjalanan mengendarai mobil pribadi atau kendaraan umum, biasakan untuk tidak ‘melempar’ sampah sembarangan. Biasakan disiplin untuk menjadikan negara Indonesia yang lebih baik. 

2. Mendaur ulang sampah plastik 
Berdasarkan penelitian dalam negeri maupun luar negeri, sampah yang berbahan plastik adalah jenis sampah penyebab kerusakan lingkungan nomor satu di dunia. Untuk itu negara sakura selalu siap siaga untuk melindungi negaranya dari pencemaran plastik tersebut dengan cara membuat peraturan tentang pemilahan sampah yang tidak bisa dibakar (燃えないごみ) dan sampah yang bisa dibakar (燃えるごみ), hari untuk membuang sampah itupun dibedakan. Untuk orang asing seperti bule juga nantinya akan diberi lembaran untuk tata cara memilah sampah tersebut. Untuk lebih jelasnya sillahkan lihat disini. Setelah sampah dipilah-pilah. Sampah yang tidak bisa dibakar tersebut akan disterilisasi dan didaur ulang kembali menjadi benda yang berguna. Dengan begitu tidak akan menimbulkan pencemaran tanah maupun pencemaran udara yang terjadi akibat sampah plastik. 

Di Indonesia sendiri tidak ada penerapan peraturan pemilahan sampah. Padahal semua itu penting untuk mengolah sampah plastik yang sulit dibasmi itu. Sampah plastik tersebut adalah akibat bahan plastik yang sudah merajarela di kehidupan sehari-hari yang sebagaian besar berbentuk bungkus makanan dan kebutuhan rumah tangga. Jika dihitung-hitung setiap harinya satu keluarga saja bisa membuang berkantung-kantung sampah yang mayoritas di antaranya adalah sampah yang berbahan plastik. 

Memang terkadang kita merasa bingung cara apa yang tepat untuk membuang sampah plastik agar tidak merugikan lingkungan dan kesehatan. Jika sampah plastik dibakar, maka efeknya akan sangat tidak baik untuk kesehatan manusia yang menghirup gasnya, dan juga hal ini akan menimbulkan efek gas rumah kaca. Pembakaran plastik ini termasuk sebagai pembakaran plastik tidak sempurna dan gas yang dihasilkan akan terurai di udara menjadi dioksin. Senyawa ini tentu sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia. Dampaknya, penyakit kronis seperti kanker, pernafasan, gangguan sistem saraf, pembengkakan hati, depresi, dan hepatitis akan mudah menjangkiti siapa pun yang menghirup senyawa ini. 

Sampah plastik yang dibuang di lautan bunaken
Sampah yang ada di laut bunaken Indonesia

Lalu, dampak apa yang ditimbulkan jika sampah plastik dibuang di perairan? Pertanyaan yang satu ini pastinya sangat mudah dijawab karena setiap tahun kita sering mengalami dampak pembuangan sampah plastik di perairan. Banjir kini bukan lagi menjadi hal yang asing di telinga kita terutama bagi warga yang tinggal di kota Jakarta dan sekitarnya. Sampah-sampah plastik yang dibuang di perairan akan menyumbat saluran-saluran air dan tanggul besar sekalipun. Sering kita saksikan banyak sampah plastik yang mengambang dilaut ketika menyeberang menggunakan kapal laut. 

Dengan cara dikuburpun bukanlah solusi yang tepat untuk menanggulangi permasalahan sampah khususnya sampah plastik. Sampah-sampah plastik yang dikubur tidak akan mudah hancur dan membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk benar-benar hancur. Belum lagi kandungan zat kimia yang terdapat pada plastik tentunya juga akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Efeknya, tanaman tidak dapat tumbuh secara optimal karena kekurangan unsur hara tanah. Sampah plastik merupakan polutan tanah yang dapat menimbulkan dampak yang serius. Dari beberapa cara diatas mungkin daur ulang sampah plastiklah yang tepat untuk solusinya. 

3. Membuat terowongan dibawah tanah. 
Selain cara diatas orang Jepang juga membuat terowongan besar di bawah tanah. Terowongan ini berfungsi untuk mengalirkan air hujan yang turun di daratan menuju bawah tanah kemudian dibawanya kembali ke laut. Jalan-jalan di Jepang biasanya terdapat sebuah lubang yang tertutup oleh jalan berpaving sebagai perantara masuknya air hujan ke dalam terowongan. Maksudnya ini nih terowongannya: 

Terowongan air bawah tanah di jepang

Terowongan air bawah tanah di jepang

Terowongan air bawah tanah di jepang

4. Lebih suka membuat rumah ke atas daripada ke samping. 
Orang jepang suka membuat rumah ke atas (bertingkat) daripada ke samping. Itu karena orang jepang sadar bahwa mereka hanya mempunyai lahan sempit, selain itu mereka juga tidak suka memperluas lahan untuk pembangunan rumah yang berakibat pengerusakan lingkungan ataupun pembangunan ilegal yang dilakukan seperti masyarakat Jakarta (membangun rumah di bantaran sungai sehingga luas sungai menjadi sempit. pantas sajalah kalau banjir). 

Apato Jenis Rumah di Jepang
Apato (jenis rumah di Jepang)

5. Taat dan selalu patuh peraturan 
Meskipun orang Jepang dikenal sebagai orang yang tidak beragama, tapi mereka taat dan patuh terhadap peraturan yang diberikan pemerintah. Mereka sangat displin, dan mengerti apabila hal tersebut harus dilakukan daripada berdampak fatal yang dapat merugikan diri sendiri. Nah mengapa kita sebagai umat beragama malah sering melanggar peraturan dan suka membuang sampah sembarangan? bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman. 

Cara Jepang Mengatasi dan Mencegah Banjir
Tempat sampah Jepang

6. Membuat jenis plastik go green 
Baru-baru ini Negara Jepang telah membuat plastik yang ramah lingkungan. Jenis plastik baru ini memiliki kekuatan yang sama besarnya dengan produk plastik konvensional sebelumnya. Jenis plastik yang ramah lingkungan ini juga dapat dibentuk menjadi aneka ragam benda seperti plastik kemasan hingga produk serat untuk kebutuhan tekstil. Dan satu hal yang paling luar biasa dari jenis plastik ini adalah bahwa plastik ini dapat diurai oleh mikroorganisme di dalam tanah. Tidak hanya itu saja, produk plastik baru ini juga memiliki daya tahan yang sangat tinggi terhadap bakteri, kuman, dan jamur. Jika dibakar, plastik ini tidak akan menghasilkan gas yang berbahaya sehingga aman sebagai pembungkus makanan yang akan dipanggang di mikrowave. 

6 Responses to "Cara Dasyat Mengatasi dan Mencegah Banjir di Negara Jepang"

  1. org jepang pada disiplin ya mbak, gak ada yg buang sampah sembarangan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. kalau aja orang indonesia bisa kaya gitu.. pasti indonesia juga bisa jadi negara maju ya mbak.. :r

      Hapus
  2. Orang Jepang dikenal sangat disiplin, pekerja keras dan taat akan aturan, sehingga mereka bisa menang melawan banjir. Sedang kita lebih banyak mengeuh, menyalahkan orang lain atas banjir yang terjadi, apakah memang begitukah tipikal otang kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sepertinya.. kita sebagai warga negara Indonesia harusnya tidak boleh kalah dengan mereka, sebenarnya qt juga bisa seperti itu jika masyarakat indonesia bisa mengubah sifatnya.Dengan bencana banjir tsb harusnya kita dapat mengambil pelajaran. Semoga aja dgn banjir ini kita bisa sadar, lebih bisa mencintai lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

      Hapus