.

25 Cara Menghilangkan, Mengobati dan Mengatasi 'Sakit Hati' kepada Seseorang


Memang benar kata pepatah yang namanya ‘Dunia itu Kejam’. Dimanapun kita berada pasti ada saja cobaan atau masalah yang menghadang. Bisa dari orang yang paling dekat dengan kita misalnya dari nenek, kakek, mama, papa, saudara, pacar, mantan, sahabat, maupun anak kita sendiri. Orang jauh malah sering juga sih seperti bos atau atasan, rekan kerja, teman, ataupun tetangga. Apa kalian tahu bahayanya sakit hati lebih parah daripada penyakit lainnya? 

25 Cara Menghilangkan, Mengobati dan Mengatasi 'Sakit Hati' kepada Seseorang

Baru-baru ini pun kalian sudah memdengar khan kasus seorang cewek yang dibunuh oleh mantan kekasihnya sendiri. Padahal ketika dia berpacaran sempat merasakan moment-moment indah bersama. Kalau dipikir secara logika betapa tidak patut dan kejam sekali orang itu. Membunuh orang yang pernah dicintainya. Kira-kira mengapa mantan kekasih melakukan hal itu? Jawabannya sangat sepele. Sang mantan ‘Sakit hati’ karena kekasihnya yang dulu tidak mau kembali lagi dengannya. Sang mantan ‘Sakit hati’ karena si perempuan yang dibunuhnya sudah tidak mau menghiraukannya lagi. Berawal dari ‘Sakit hati’ itulah kebencian, kemarahan, dendam, kedengkian, perfitnahan, pembunuhan terjadi. So berhati-hatilah dengan penyakit ini karena ‘sakit hati’ bisa membuat kita menjadi monster. Hayooo maukah kamu jadi monster jahat yang sukanya mengamuk, membunuh orang, dan dibenci oleh banyak orang? 

25 Cara Menghilangkan, Mengobati dan Mengatasi 'Sakit Hati' kepada Seseorang

Ada juga nih pengalaman sendiri dan mungkin kebanyakan orang juga mengalaminya. Masalah seorang nenek yang tinggal serumah dengan kita. Perilaku nenek memang sering nyebelin, suka merintah, mengganggu, suka ngomong gak jelas, suka marah-marah, pokoknya bikin nesu, marah, dan lain-lain. Gimana gak marah coba ketika enak-enak belajar di kamar, lampu kamar tiba-tiba dimatikan. Padahal aku sudah ngomong ‘Aku lagi belajar’, tapi dia selalu bilang ‘belajar diluar jangan disini, hemat listrik’. Aku coba ngidupin lagi tapi nenek matiin lagi. Astaga bikin mangkel banget. dan ‘sakit hati’ . Ada juga kebiasaan nenek yang paling aku tidak suka, dia suka memberikan gula di setiap masakannya. Padahal aku gak suka yang manis-manis. Bayangkan aja masak mie, begedel, sayuran pakai gula. Mau masak sendiri juga biasanya dimarahin sama nenek. Seolah-olah tuan rumah aja. Ketika lagi nganggur sukanya memberi perintah yang tidak penting. Kadang sesuatu perkataan terbesit ‘Aduh nenek tua ini kog gak dibuang ke panti jompo aja sih’, astagfirulloh maafkan aku ya Allah, itu tadi cuma khilaf. Itulah akibat dari ‘sakit hati’ yang tidak terkontrol, mengendalikan ucapan-ucapan kita yang tidak sengaja keluar dari mulut. Nah itulah seseorang yang sedang ‘sakit hati’ pasti terdorong mengeluarkan perkataan jorok, mengumpat, bahkan menghina. Padahal perkataan itu adalah doa. Bahkan ada yang bilang perkataan buruk dapat kembali pada orang yang mengucapkannya. Naudzubilla. Sekarang aku paham akan hal itu dan mencoba untuk mengerti sifat nenek-nenek memang seperti itu, menjadi anak kecil lagi. 

Ada kejadian lagi sewaktu awal kuliah dulu. Jujur aja aku orangnya pendiam, pemalu, tidak mudah berteman dengan banyak orang. Waktu itu aku hanya mempunyai satu orang teman dekat yang menurutku dia itu cukup baik. Dia dulu smanya jurusan bahasa dan lumayan pintar untuk membaca dan menulis hiragana dan katakana bahasa Jepang, sedangkan aku di sma gak pernah belajar bahasa Jepang sama sekali karena waktu sma aku jurusan IPA. Berhubung kita berdua jurusan Sastra Jepang, menghafal katakana dan hiragana sangatlah penting. Waktu itu aku sempat gak masuk beberapa hari karena sakit, yup otomatis aku ketinggalan pelajaran, apesnya lagi aku kehabisan buku paket yang isinya dasar-dasar menulis hiragana dan katakana. Dosennya ganas-ganas lagi! Mereka menyuruhku menghafal hiragana dan katakana hanya dalam waktu 2 minggu. Namun aku teringat teman dekatku yang baru aku kenal, mungkin dia bisa meminjamkanku bukunya untuk aku fotocopy. Sayang seribu sayang ternyata dia judes. Aku meminjam buku dia untuk beberapa hari, dia menjawab ‘La terus aku pakai apa?’, Sehari saja deh ‘Gak bisa aku mau ngerjain pe-er’, kalau gitu tunggu sebentar aku mau fotocopy 2 lembar aja, ‘Gak bisa aku mau pulang nih’. Uhh rasanya ‘sakit hati ‘ tahu. Teman yang satu-satunya aku percaya bisa membantuku, ngomongnya nylekit bangeet. Tahu gak sih kalau 2 lembar table hiragana sama katakana itu berharga sekali. Yah dengan sangat menyesal aku kembali ke rumah, pikiran buntu gak dapet buku, belum bisa baca, nulis, padahal setiap hari ada tes. Akhirnya cuma bisa belajar dari print2an table hiragana dan katakana yang didownload dari internet. Tapi tetap saja tiap hari ulangan dapat nol. Namun ternyata ada seseorang dosen yang baik hati membantuku belajar. Setiap hari aku latihan membaca dan menulis hiragana katakana dengannya. Alhamdulillah berkat beliau aku lebih cepat mengerti daripada membaca buku. Nilaiku yang semula paling jelek di kelas, sekarang nilaiku bisa lebih tinggi dari teman-teman. Mungkin inilah yang dinamakan takdir lebih indah daripada keinginan kita sendiri. ‘Sakit hatiku yang dulu’ karena seseorang, buku, dan keadaan dimana aku tidak bisa mendapat buku untuk belajar sekarang telah menghilang karena aku tahu Allah merencanakan apa yang terbaik untuk umatNya.

Satu lagi nih pengalamanku. Semester 3 waktu kuliah dulu, aku sangat benci yang namanya kelas malam. Dan sempat ‘sakit hati’ ma bokap nyokap ku karena telat bayar uang kuliahnya. Ya iyalah berhubung rumahku jauh dari kampus plus gak boleh ngekos sama keluarga. Tiap pulang malam pasti nanti menunggu jemputan sendiri didepan kampus. Tahu khan kalau aku orangnya gak mudah akrab sama seseorang. Apalagi modelnya tiap ganti mata kuliah ganti juga temannya. Mana teman-teman akrabku milihnya kebanyakan siang sampek sore aja. Jadilah aku harus berkenalan lagi dengan teman baru pikirku. Yang anehnya nih ada seseorang cowok selalu sekelas sama aku, padahal aku sebelumnya gak kenal, gak janjian juga milih kelasnya, tapi kelas malam kita selalu sama. Hehehe. Kalau dipikir-pikir sih gak mungkin ya ada banyak kelas waktu itu tapi cuma kita berdua aja yang sekelas terus. Sehati banget gitu aku dan dia. Pertemuan kita yang semula kebetulan menjadi keseringan, keseringan duduk bareng, garap peer bareng, smsan bareng, belajar bareng, dan keseringan melihat dia membuatku jatuh cinta. Pertama kalinya aku merasakan sebuah cinta. Sebagai cewek sastra jepang inginnya aku menyatakan cinta duluan ke dia, tapi gak bisa karena dia yang ngomong duluan. hahaha betapa senangnya hatiku bahkan aku gak bisa tidur semalaman. Hati selalu berbunga-bunga waktu itu, hal itu juga yang membuat nilai kuliah dan ipku melonjak tinggi. Alhamdulillah aku langsung sadar seketika bahwa itu bukan kesalahan mama papaku yang bayar kuliahnya telat, tapi itu adalah kehendak tuhan agar aku bisa merasakan cinta walau sesaat [Seperti kata Lee Min Ho Oppa dalam drama Heirs Cinta Pertama tidaklah Selalu berhasil]. Terimakasih Ya Allah. 

Haduh jadi kebanyakan curhat deh teman-teman. Maaf ya. Hehe. Intinya nih ‘sakit hati’ itu asalnya dari dalam diri kita sendiri. Sakit hati muncul karena perasaan kita yang tersakiti, perasaan kita yang tidak puas dengan tingkah laku seseorang, perasaan dimana keinginan kita tidak terpenuhi, perasaan iri pada seseorang, perasaan benci karena seseorang telah menindas kita, menfitnah kita, membuat kita dalam keadaan terpojok, membuat kita menderita. Oleh karena itu ‘sakit hati’ bisa juga diartikan sebagai hati yang merasa tersakiti karena tidak bisa menerima sesuatu hal. Nah otomatis jika hati kita tidak bisa menerima suatu hal, kita akan menjadi seorang monster jika hati kita tidak bisa dikontrol dengan baik. Istilahnya hati kita akan memberontak karena tidak menginginkan hal itu. Pemberontakan itu bisa berupa kemarahan, kebencian, dendam kesumat, kedengkian, pemfitnahan, penindasan, bully, yang paling parah pembunuhan. Sakit hati dapat berkembang menjadi penyakit hati yang bermacam-macam jika kita tidak tahu obatnya. 

Untuk itu hari ini Japanindocuteculture akan mencoba membuat resep cara mengobati sakit hati karena seseorang

1. Bersihkanlah hatimu dari pikiran kotor atau negative thinking. Berpostif thinking akan membuat hatimu lebih sehat dan terhindar dari ‘sakit hati’. Misalnya ketika kamu melihat seseorang marah-marah dihadapanmu tanpa alasan yang jelas. Anggap saja dia sedang datang bulan atau sedang stress makanya dia tidak bisa mengontrol emosi. 

2. ‘Sakit hati’ dapat disembuhkan dengan kesabaran dan keiklasan. Jika kita iklas menerima suatu cobaan dan tabah menjalaninya. Insyaallah anda dijauhkan dari ‘sakit hati’.

3. Lihatlah kebaikan seseorang kepadamu dan lupakan keburukan seseorang kepadamu. 

4. Lihatlah sisi positif dari cobaan yang kamu hadapi.

5. Percayalah Allah tidak mengabulkan keinginanmu karena dia telah merencanakan sesuatu yang lebih baik dan lebih indah daripada yang kamu rencanakan.

6. Jangan menyakiti seseorang jika dirimu tidak mau disakiti.

7. Jangan membuat orang marah dan tersiksa jika kamu tidak ingin dia menaruh dendam kepadamu.

8. Jangan lihat keatas dan selalu melihat kebawah agar kalian dapat bersyukur, terhindar dari rasa iri hati, dan tidak menyombongkan diri.

9. Selalu baik hati dan rendah diri terhadap semua orang.

10. Cuekkan saja orang yang menyakiti kita dan jangan dengarkan kata-kata yang membuat kita sakit hati. Siapkan headsed kalau perlu. hehe

11. Jadikan kritikan orang menjadi kekuatan kita dan buktikan bahwa kamu bisa berubah. Ambil kritikan yang membangun. Misalnya jika ada orang yang mengataimu orang sombong. Maka esok hari bersikap ramahlah pada dia. 

12. Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan karena kejahatan itu dapat semakin besar. Ibaratkan api yang hanya bisa dimatikan dengan air. Kejahatanpun seperti itu hanya bisa dikalahkan dengan kebaikan. 

13. Jika kamu tidak ingin tersakiti, pilihlah teman, sahabat ataupun pacar yang tidak suka dengan kejahatan, bisa menahan emosi, dan sayangi mereka setulus hati.

14. Berpuasalah untuk menahan nafsu, amarah, dendam, dan benci kepada seseorang. 

15. Selalu waspada terhadap orang-orang yang membenci kita, tapi ingat jangan membalas dengan kebencian juga.

16. Rajin-rajinlah beribadah dan berdoa agar kita dapat terhindar dari rasa ‘sakit hati’.

17. Maafkanlah orang-orang yang telah menyakitimu.

18. Anggaplah orang lain seperti saudara kita, termasuk musuh kamu sendiri.

19. Jangan suka main tangan, apalagi main hati kepada sesorang.

20. Hindari perkataan-perkataan yang bisa melukai perasaan orang lain.

21. Ingatlah bahwa ‘sakit hati’ itu tidak ada gunanya selain dapat menyakiti diri sendiri dan menjadikanmu seorang monster.

22. Lupakan kenangan pahit dengan membuat kenangan manis di masa sekarang dan di masa datang. Dengan begitu luka masa lalu akan tertutupi, sakit hati juga akan hilang dengan sendirinya.

23. Jangan ‘sakit hati’ terlalu lama jika tidak ingin kenikmatan hidupmu berkurang.

24. Keep Smile and Enjoy Your Life.. 

25. Lets Move On Because Life is Beautiful..

0 Response to "25 Cara Menghilangkan, Mengobati dan Mengatasi 'Sakit Hati' kepada Seseorang"

Poskan Komentar