.

Mengapa Nabi Muhammad SAW Suka Kucing?


Setelah kemaren mengepost Jenis-jenis ras kucing lucu di dunia. Hari ini giliran artikel Mengapa Nabi Muhammad SAW Suka Memelihara Kucing? Mau tahu khan ceritanya? Yuk kita simak langsung..

Mengapa Nabi Muhammad SAW Suka Kucing?

Alkisah pada zaman dahulu Nabi Muhammad SAW memelihara kucing yang diberi nama Mueeza. Beliau sangat menyayangi kucing ini. Bahkan Nabi sendiri suka sekali menemani Mueeza. Setiap ada tamu yang berkunjung ke rumah Nabi, Nabi selalu menggendongnya dan ditidurkan dipangkuan pahanya. Nabi juga pernah berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya anggota keluarga sendiri. Salah satu sifat Mueeza yang paling Nabi sukai adalah ‘Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah suara meownya mueeza seperti mengikuti lantunan suara adzan‘.

Pernah juga suatu ketika Nabi ingin mengambil jubahnya, namun disana terlihat Mueeza tertidur pulas di lengan jubah Nabi. Nabipun dengan segera memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza tersebut, berniat agar tidak mengganggu atau membangunkan kucing kesayangannya itu.

Ketika Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu. Muezza kamu mirip banget seperti kucingku. Kalau pulang ke rumah pasti disambut dengan meowan.. 

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Mengapa Nabi Muhammad SAW Suka Kucing?

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menekankan di beberapa haditsnya bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci. Makan bekas makanan yang digigit kucingpun tidak apa-apa. Inilah hadist tersebut:

Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.”
Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”
Ia menjawab, “Ya.”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan)”. (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.
Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”
Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)

Lantas kenapa Rasulullah Saw yang tidak bisa baca tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis? Ya pastilah beliau tahu dengan sendirinya berkat izin Allah SWT. Hal ini juga dapat dibuktikan oleh peneliti - peneliti yang membuktikan kucing tidak najis karena pada badan, bulu, bahkan air liur kucing tidak ditemukan sebuah bahaya atau kuman yang dapat menginfeksi manusia. Mau tahu lebih jelas silahkan simak artikel berikutnya mengenai Fakta-Fakta Ilmiah Keistimewaan Pada Kucing. Semoga dengan artikel ini kita bisa lebih menyayangi kucing dan tidak menyiksanya. Amin.

3 Responses to "Mengapa Nabi Muhammad SAW Suka Kucing?"

  1. Posting yang sangat bagus

    BalasHapus
  2. kalau gw sejak kira kira thn 85 sampai 2012 melihara kucing. gw juga sering tdur bareng kucing. tp skrng gk punya, krn mati dibunuh tetangga.

    BalasHapus