.

Benarkah Kucing Bisa Membuat Kita Mandul?


Holla holla.. Sekali lagi Japanindo Cute Culture akan mengungkap sebuah fakta mengenai kemandulan. Kemandulan memang sebuah ancaman besar bagi pasangan yang ingin mempunyai buah hati. Kemandulan bisa terjadi karena kebiasaan memangku laptop terlalu lama atau karena hewan peliharaan seperti kucing. Yup kucing bisa membuat mandul karena ada bakteri Toxoplasma yang melekat dalam dirinya. Namun tidak semua kucing terinfeksi bakteri Toxoplasma ini. Jadi jangan seenaknya bilang bahwa kucing itu berbahaya bagi kita dan mengakibatkan kemandulan. Sebelum berkata seperti itu, kenali dulu apa yang dimaksud Toxoplasma dan hubungan kucing dengan bakteri ini. 

Benarkah Kucing Bisa Membuat Kita Mandul?

Toxoplasma
Toxoplasma adalah sejenis hewan bersel satu yang sering juga disebut dengan protozoa. Toxoplasma merupakan parasit yang sering mengifeksi hewan dan manusia. Banyak yang takut untuk memelihara kucing hanya karena toxoplasma, sebenarnya bukan hanya kucing yang dapat terinfeksi toxoplasma, hampir semua hewan yang berdarah panas dapat terinfeksi toxoplasma, misalnya sapi, anjing, kuda, babi, domba, tikus, burung, hamster, dll.

Cara Toxoplasma Menginfeksi Korbannya
Secara garis besar, toxoplasma mempunyai 2 fase yang harus dilewati untuk menginfeksi ke hewan lain atau ke manusia. Fase itu terdiri dari fase sexual dan fase asexual.Fase sexual merupakan fase perkembangbiakan dari toxoplasma, dimana fase ini hanya terjadi di induk semang atau host yaitu kucing. Didalam tubuh kucing yang terinfeksi toxoplasma, parasit ini berbentuk mikrogamet dan makrogamet. Mikro dan makrogamet ini kemudian membentuk Oocyste. Oocyste inilah yang dikeluarkan melalui tinja atau feses kucing ke lingkungan, di lingkungan oocyste ini kemudian kira-kira 24 jam akan membentuk spora yang biasa disebut sporozoite

Kemudian sporozoite ini akan mencemari lingkungan, bisa tanah, pasir, rumput, kursi, lantai dan sebagainya. Manusia atau hewan lain akan terinfeksi oleh toxoplasma jika secara tidak sengaja menelan sporozoite ini. Penularan bisa secara langsung dari feses yang mengandung sporozoite yang tertelan atau bisa juga berasal dari daging yang mengandung cyste. 

Didalam tubuh manusia atau hewan lain (seperti kambing, sapi, ayam dsbnya), toxoplasma yang berbentuk sporozoite ini menjalani fase asexual. Pada fase asexual ini toxoplasma tidak berkembangbiak, hanya berubah bentuk menjadi tachyzoite, kemudian berubah menjadi bradyzoite dan terakhir berubah lagi menjadi cyste yang hidup didalam jaringan tubuh

Bagaimana manusia dapat tertular atau terinfeksi toxoplasma?
Cara penularan yang paling banyak terjadi adalah dengan memakan daging yang terinfeksi toxoplasma. Yaitu dengan cara manusia memakan daging mentah atau yang belum benar-benar masak (setengah matang) dimana di dalam daging terseut terdapat toxoplasma. Agar daging yang kita makan benar-benar aman maka masaklah daging dengan suhu 70derajat celcius. 

Cara kedua, apabila manusia dengan tidak sengaja memakan telur toxoplasma, hal ini terjadi apabila manusia memakan sayuran atau buah yang tidak di cuci dengan bersih terlebih dahulu, dimana pada buah atau sayuran tersebut menempel telur/kista toxoplasma. Setelah dicuci, rebuslah sayuran dengan suhu 70derajat celcius. 70derajat celsius adalah waktu yang diperlukan untuk membasmi bakteri ini.

Cara yang ketiga adalah kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi toxoplasma dengan tangan manusia. Maka dari itu dianjurkan sekali memakai sarung tangan ketika membersihkan kotoran kucing agar tangan tidak terinfeksi bakteri toxoplasma. Kemudian biasakan cuci tangan dengan sabun setelah membersihkan kotoran kucing. 

Cara keempat yaitu dengan cara transplantasi organ tubuh. Dimana tubuh tersebut terinfeksi toxoplasma, namun hal ini jarang sekali terjadi karena saat manusia akan melakukan transplantasi organ pastinya dokter akan memeriksa keseluruhan kesehatan keduanya.

Ciri-Ciri Kucing Terinfeksi Toxoplasma
Kucing yang terinfeksi toxoplasma dapat menyebabkan diare dan cacat pada fetus (janin). Misalnya induk kucing yang melahirkan anak cacat disertai tanda-tanda diare pada kucing tersebut. Bisa jadi hal tersebut karena induk kucing terkena Toxoplasma. Untuk lebih jelasnya periksakan kucing kesayangan anda ke dokter hewan terdekat.

Seperti apa gejala-gejala yang ditimbulkan oleh manusia yang terinfeksi toxoplasma?
Sebenarnya jarang terlihat jelas infeksi yang di timbulkan oleh manusia yang terinfeksi toxoplasma, namun pada infeksi akut dapat mengakibatkan pembekakan kelenjar pertahanan yang terdapat di sekitar leher, ketiak, namun sekali lagi hal ini jarang terjadi. Jadi tidak ada salahnya untuk melakukan cek darah, agar dapat lebih cepat ditangani oleh dokter.

Bahaya Toxoplasma Pada Manusia
Bahaya pada pria terlihat ketika terjadi pembengkakan kelenjar getah being. Bila berlangsung terus menerus dapat mengakiatkan kemandulan, karena infeksi toxoplasma akut dapat menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan saluran sperma bahkan penyumbatan. 

Sedangkan pada wanita terinfeksi toxoplasma yang berlangsung terus menerus dapat menginfeksi saluran sel telur wanita. Apabila dibiarkan terus menerus maka saluran ovarium akan menyempit bahkan tertutup yang menyebabkan indung telur yang dihasilkan tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma. 

Yang lebih berbaya adalah apabila toxoplasma tersebut menginfeksi janin, toxoplasma dapat berada di otak janin yang megakibatkan cacat dan berbagai gangguan syaraf mata, akibat lainnya adalah janin tersebut terserang penyakit hydrocephalus, yaitu kepala janin atau bayi tersebut berisi cairan. Perlu di catat juga penyebab hydrocephalus tidak hanya toxoplasma, toxoplasma hanyalah salah satunya.

Apa Kata Dokter?
Dr. Yuditia Purwosunu, Dept. of Obstetric Gynecology RSCM menyatakan, penyebaran virus toksoplasma lebih banyak ditemukan pada masakan dan daging mentah. Beberapa masakan mentah yang perlu diwaspadai misalnya salad, sayuran mentah, karedok, dan lainnya. Sementara itu pada daging mentah, seperti daging kucing (50%), anjing (70%), serta babi berbahaya menularkan virus tersebut."Bulu, rambut, kuku hewan-hewan tersebut tidak ada pengaruhnya dengan virus toksoplasma jika hanya dipelihara," kata dr.Yuditia di Jakarta (24/2).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh dr. Liliane Grangeot Keros, pakar imunologi Universitas Paris. Menurutnya, penyebaran virus toksoplasma lebih banyak disebabkan oleh makanan yang tidak dimasak matang atau air yang tercemar oleh jaringan kista. Tak masalah sayuran mentah dikonsumsi asal dicuci dengan air yang bersih selama beberapa kali.

Toksoplasmosis merujuk pada sekelompok infeksi yang ditularkan ibu hamil pada janin dalam kandungannya yang berdampak besar pada kematian janin. Infeksi bersifat ringan bahkan tanpa gejala, sehingga akan mudah menyerang pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun. Bila virus tersebut sudah ditransmisikan ke janin, 5 - 10% kehamilan mengalami keguguran spontan, 8 - 10% bayi lahir dengan kerusakan mata dan otak yang parah, serta 10 - 13% bayi selamat mengalami gangguan penglihatan.

Beberapa fakta parasit toksoplasma dari tayangan Dr. OZ Indonesia atau lebih dikenal dengan dr. Ryan Thamrin adalah Toksoplasma tidak menular pada pasangan (dari berhubungan intim). Penyakit ini lebih banyak tertular karena makanan mentah, jadi orang yang mengkonsumsi daging yang dulunya (hewan tersebut) pernah terjangkit toksoplasma bisa tertular pada orang yang mengkonsumsinya.

Cara Menghindari Kucing dan Pemiliknya dari Toxoplasma
1. Jagalah kebersihan tubuh kucing, mandikan kucing minimal seminggu sekali. 
2. Pisahkan kandang kucing dengan tempat buang kotoran dan kencingnya.
3. Beri makan kucing dengan makanan yang telah dimasak terlebih dahulu. Misalnya ikan goreng.
4. Jangan biarkan kucing memakan tikus atau daging mentah lainnya.
5. Bawalah kucing sesekali ke dokter hewan agar di beri vaksin dan terhindar dari parasit ini.
6. Untuk pemilik kucing sebaiknya memakai sarung tangan ketika membersihkan kandang kucing. Begitu juga ketika membuang kotorannya.
7. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun setelah melakukan no.6.
8. Jangan makan daging mentah atau setengah matang. Apalagi makan daging kucing. Ah.. tidaaaak.
9. Periksakan kesehatan kucing ke dokter hewan jika ada gejala aneh pada kucing.

Benarkah Kucing Bisa Membuat Kita Mandul?
Tidak, Jika kita hanya bermain dengan kucing, mengelus bulunya dan merawatnya. Jadi jangan takut pelihara kucing yah dan perhatikan juga kerbersihan kucing agar terhindar dari Toxoplasma.

Benar, Jika kamu makan daging kucing yang sudah terinfeksi Toxoplasma. Apalagi daging kucing liar yang tidak ada pemiliknya. Pasti sangat rentan dengan penyakit ini karena hidupnya disembarang tempat, kotor dan kumuh.

Nah sekarang sudah jelas khan Benar atau Tidaknya Kucing Bisa Membuat Kita Mandul? Jangan lupa share ya kalau suka. Share, Like [tombol di bawah postingan] dan Komentar kalian sangat berarti untuk masa depan blog Japanindo Cute Culture ini. Jika mau berlangganan artikel Japanindo Cute Culture silahkan follow twitter, follow Google plus, like facebook [tombol kecil di samping postingan] atau masukkan email kalian dikotak bawah postingan. Mau Copy Paste artikel juga diperbolehkan asalkan mencantumkan link sumber seperti ini www.japanindocuteculture.com, jika tidak mau mencantumkan link siap siap aja blognya diblacklist oleh DMCA. Hihihi. Terimakasih sudah membaca dan berkunjung ya. Have Nice Day.. 

Sumber:
http://aboutkucing.blogspot.com/2013/06/mitos-bulu-kucing-bikin-mandul-bener-ga.html
http://intisari-online.com/read/jangan-takut-pelihara-kucing

0 Response to "Benarkah Kucing Bisa Membuat Kita Mandul?"

Poskan Komentar