.

Botol Plastik Tidak Boleh Dipakai Berulang-ulang Karena Memicu Kanker dan Penyakit Berbahaya Lainnya


Hallo minasan jumpa lagi dengan Japanindo Cute Culture, Setelah kita kemaren belajar kesehatan mengenai mie instan yang menyebabkan kanker. Hari ini JCC akan mengenalkan bahayanya botol plastik kemasan yang digunakan berulang-ulang. Botol kemasan plastik yang dimaksud adalah semacam botol air minum Aqua atau merek sejenisnya. 

Botol Plastik Tidak Boleh Dipakai Berulang-ulang Karena Memicu Kanker dan Penyakit Berbahaya Lainnya

Sepertinya saudara-saudara kita masih banyak yang tidak tahu betapa bahayanya botol ini jika dipakai berulang-ulang. Masyarakat kita masih banyak menggunakan botol bekas air minum untuk peralatan sehari-hari. Contohnya tukang jamu yang menyimpan jamunya di botol plastik, para siswa dan mahasiswa yang mengisi ulang botol plastik untuk bekal minum ke sekolah atau kampusnya, atau keluarga kita sendiri yang memakai botol plastik sebagai tempat minum permanen, ada juga ibu-ibu yang memakai botol plastik untuk tempat menyimpan minyak. Wah wah kebiasan seperti inilah yang menyebabkan penyakit kanker menyebar luas di Indonesia. 

Botol Plastik Tidak Boleh Dipakai Berulang-ulang Karena Memicu Kanker dan Penyakit Berbahaya Lainnya

Mungkin diantara kalian juga ada yang sudah mendengar bahwa botol plastik kemasan tidak boleh dipakai berulang-ulang atau pernah ada yang melarang kalian untuk tidak memakai botol plastik untuk mengisinya berulang kali? Admin mengerti jika kalian kurang percaya dengan berita tersebut. 
'kebanyakan orang tidak akan percaya hal buruk terjadi, sampai semua benar-benar terjadi. Itu bukan kebodohan atau kelemahan. Itu hanya sifat manusia.'
Kesehatan itu mahal. Pengobatan bisa menghabiskan milyaran rupiah. Apalagi kanker, kanker penyakit yang langka dan jarang orang yang selamat dari penyakit mematikan ini. Inilah resikonya jika kalian minum minuman dari botol plastik kemasan yang dipakai berulang-ulang. Pertanyaannya sekarang 'apakah kalian mau mempertaruhkan nyawa kalian untuk masalah sepele seperti ini?'. Menggunakan botol plastik bekas dan makan mie instan setiap hari. Ini adalah pasangan paling ampuh untuk memunculkan kanker. Naudzubillah. Lebih baik menghindari khan daripada mengobati? 

Saatnya kita mengetahui mengapa botol plastik sangat berbahaya jika dipakai berulang-ulang?

Botol dan gelas air minum dalam kemasan (AMDK) sering kembali digunakan. Bahkan, botol atau gelas itu dipakai berulang-ulang. Padahal sebenarnya kemasan tersebut hanya untuk sekali pakai. Ada angka di dalam segitiga [biasanya terletak di bagian bawah botol] yang menunjukan berapa kali plastik itu boleh digunakan. Mungkin ini karena masyarakat tidak tahu arti tanda tersebut. Kemudian hindari juga kemasan botol plastik yang telah rusak kemasannya. Itu bisa saja produk palsu dengan kemasan isi ulang. Kalau masih bingung letaknya dimana. Silahkan lihat contoh di bawah ini:

Botol Plastik Tidak Boleh Dipakai Berulang-ulang Karena Memicu Kanker dan Penyakit Berbahaya Lainnya

Menurut Ahli gizi RSU dr Soetomo Surabaya Fx Wahyurin Mitano, SKM. “Ada standar kesehatan yang harus dipenuhi produsen AMDK. Standar ini bertujuan meminimalkan bakteri yang ada di dalam kemasan.” Kalau segelnya sudah dibuka, hendaknya botol tidak dipakai lagi. Sebab, AMDK dibuat dari bahan Polyethylene Terephthalate atau PET yang mengandung karsinogen (penyebab kanker). Zat itu membahayakan kesehatan tubuh bila terminum. Melalui serangkaian standar sterilisasi botol, saat masih tersegel, zat tersebut bersifat tidak aktif. “Jumlah bakteri yang ada dalam AMDK pun dipastikan tak melampaui ambang batas toleransi,” ujarnya.

Namun jangan salah, botol air minum bukan hanya bisa dibuat dengan PET, tapi juga dengan PVC (Poly Vinyl Chloride), dah ini jauh lebih berbahaya karena bisa menimbulkan hujan asam bila dibakar. Bahkan PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Perubahan penggunaan PVC ke PET sebenarnya sudah dimulai tahun 1988. Semoga saja sekarang tidak ada lagi perusahaan yang menggunakan PVC.

Penggunaan botol atau gelas AMDK berulang membuat karsinogen tersebut larut dalam air yang kita minum. Hindari juga mengocok air dalam kemasan botol plastik. Hal tersebut lebih baik jangan dilakukan dalam waktu yang lama atau jangka panjang. 

Jika memang terpaksa menggunakan lagi botol atau gelas minuman kemasan perlu dicuci dengan sabun yang mengandung disinfektan atau anti kuman. Sabun cuci untuk perabot rumah tangga sudah memenuhi standar ini.

Sebaiknya botol yang belum kering setelah dicuci, tidak boleh digunakan. Sebab, botol yang lembab memungkinkan jamur tumbuh subur. Selain itu, setelah kering botol segera ditutup kembali. Kemasan AMDK yang sudah berubah warna sebaiknya dibuang. Karena larutan warna menujukkan adanya reaksi kimiawi.

Jadi kalau memang ingin menggunakan kemasan yang dipakai berulang, lebih aman menggunakan botol kaca [botol sisa sirup bisa digunakan juga kog] atau kemasan plastik yang kedap udara. Memang lebih mahal, tapi bahannya lebih aman dan lebih mudah dibersihkan.

Mungkin diantara kalian masih bingung mengenai simbol yang muncul di atas. Seperti Pet dan sebagainya. Simbol ini biasanya berada di bawah benda-benda plastik seperti botol atau gelas kemasan. Kalian bisa mengartikan simbol tersebut dibawah ini:

Botol Plastik Tidak Boleh Dipakai Berulang-ulang Karena Memicu Kanker dan Penyakit Berbahaya Lainnya

1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan PET dan HDPE direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.


2. HDPE (high density polyethylene)
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.


3.V atau PVC (polyvinyl chloride) 
Plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.


4. LDPE (low density polyethylene)
Biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode 4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan 4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.


5. PP (polypropylene)
Pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.


6. PS (polystyrene)
Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.


7. Other (biasanya polycarbonate) 
Bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.


Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita. Pada akhirnya, Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya. Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

Sekali lagi JCC menganjurkan banget supaya botol plastik jika sudah digunakan, buanglah saja ke tempat sampah dan jangan dipakai lagi, apalagi dipakai berulang-ulang. Jaga selalu kesehatan orang-orang kita tercinta dengan meminimalisir penyebab penyakit berbahaya. Sekian postingan Botol Plastik Sangat Berbahaya Jika Dipakai Berulang-ulang. Jangan lupa share ya kalau suka. Share, Like [tombol di bawah postingan] dan Komentar kalian sangat berarti untuk masa depan blog Japanindo Cute Culture ini. Jika mau berlangganan artikel Japanindo Cute Culture silahkan follow twitter, follow Google plus, like facebook [tombol kecil di samping postingan] atau masukkan email kalian dikotak bawah postingan. Mau Copy Paste artikel juga diperbolehkan asalkan mencantumkan link sumber seperti ini www.japanindocuteculture.com, jika tidak mau mencantumkan link siap siap aja blognya dihapus oleh DMCA. Hihihi. Terimakasih sudah membaca dan berkunjung ya. Have Nice Day.

Sumber: http://pro2kupang.blogspot.com/2011/05/jangan-gunakan-botol-plastik-kemasan.html

1 Response to "Botol Plastik Tidak Boleh Dipakai Berulang-ulang Karena Memicu Kanker dan Penyakit Berbahaya Lainnya"

  1. Info styrofoam itu memang benar, mengandung kalsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
    Oleh karena itu sangat sekali membungkus makanan dengan styrofoam. Jika memang Anda adalah pengusaha makanan, sebaiknya gunakan Kemasan Makanan yang standar food grade.

    BalasHapus