.

Penyebab Gagap dan Cara Mengatasinya


Hallo, minnasan jumpa lagi. Hari ini Japanindo Cute Culture akan memberikan solusi untuk para gagapers. Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa seseorang bisa berkata gagap pada saat situasi tertentu? Menurut ahli hipnoterapi dan penelitiannya ternyata penyakit gagap ini ada penyebabnya. Lalu Apa Saja Penyebab Gagap dan Cara Mengatasinya?

Penyebab Gagap dan Cara Mengatasinya

Faktor psikologis
Gagap bicara terjadi karena ada sebuah trauma terhadap kondisi sosial saat melakukan aktivitas berbicara. Misalnya saat masih kecil di sekolah, seseorang pernah dimarahi gurunya waktu bernyanyi di depan kelas atau pada saat masih kecil seseorang pernah dipukul, ditampar dan dibentak oleh gurunya ketika sedang ramai di kelas. Ternyata memori itu menurut Ahli Hipnoterapi bisa membekas di pikiran seseorang sehingga setiap ingin berbicara dengan banyak orang, muncul ketakutan yang luar biasa berdampak kepada otot di mulut menjadi kaku dan terjadilah gagap yang tidak diinginkan.

Selain faktor lingkungan luar rumah, penyebab yang juga dominan adalah dari keluarga sebab lebih banyak waktu dihabiskan oleh seorang anak bersama ayah-ibunya. Situasi keluarga yang sering marah, tidak kondusif juga akan membuat memori buruk di pikiran bawah sadar seorang anak. Akibatnya anak menjadi takut untuk berbicara, karena setiap mau berbicara pasti dimarahi oleh orang tuanya, terjadi jugalah gagap bicara pada anak ini. Memang memori ini terkadang cepat dialihkan oleh sebagian orang. Namun ada juga yang mengalami kesulitan untuk menetralisir memori negatif ini sehingga kondisi gagap bicara terus terjadi.

Penyebab masalah gagap bicara bisa dihindari jika para orang tua menyadari bahwa anak-anak sangat mudah untuk menerima informasi dan mencontoh perilaku kedua orang tuanya. Bersikap menekan yang berlebihan tentu sangat tidak layak untuk diberlakukan kepada mereka, karena anak-anak menjadi ketakutan melihat sosok yang lebih tua atau yang dianggap memiliki dominasi yang lebih. Dengan penanganan yang rutin dan tepat, masalah gagap bicara dapat diatasi dengan melakukan modifikasi tentang memori di pikiran bawah sadar tentang masalah ketakutan itu.

Terkuncinya pita suara
Sumber dari semua kegagapan adalah terkuncinya pita-pita suara. Ada sebuah ujung saraf kecil di dalam pita suara yang tugasnya mendeteksi tekanan dan mengirim informasi ke otak. Saat tekanan dalam pita suara mengakibatkan penguncian, ujung saraf ini membuat pola kejut tertentu. Ketika pola kejut ini mencapai otak, otak akan memicu refleks gagap.Untuk menanggapi tekanan ini, penderita gagap mengunci pita suaranya. Karena hal ini adalah refleks bawaan dari lahir. 

Tertekan dan stress
Penelitian menemukan bahwa para atlet akan mengejangkan ototnya pada saat stres, tapi yang lebih menarik, mereka memfokuskan kejangan ini di bagian-bagian tertentu dari tubuh mereka. Umumnya otot di sekitar bahu, dinding perut, punggung bagian bawah, wajah dan tangan. Aksi ini lalu ditemukan sebagai aksi bawaan sejak lahir atau keturunan.

Namun, ada juga otot-otot yang tidak umum dan salah satunya diderita oleh dua persen populasi dunia yaitu otot di pita suara. Penelitian lanjutan mengungkapkan bahwa seluruh penderita gagap termasuk ke dalam 2% populasi ini. Penderita gagap dilahirkan dengan kecenderungan untuk mengejangkan otot pita suara mereka saat mereka sedang stres atau tertekan. Orang-orang gagap menyadari bahwa masalah mereka menjadi semakin buruk saat mereka sedang tertekan. Tetapi hal itu berbeda ketika mereka sedang sendiri, bergaul dengan teman akrabnya dan pada waktu mereka bergembira. Pada saat itu mereka bisa berbicara lancar dan tidak mempunyai kendala berbicara apapun.

Berbagai stress yang memicu:

1. Saat bicara di telepon.
Orang gagap tidak suka ditelepon. Menurut penelitian lebih dari 80 persen penderita gagap dewasa mengatakan takut untuk menggunakan telepon. Ada orang gagap yang jenisnya hanya gagap ketika ditelepon. Namun, jika dia tidak berbicara di telepon, dia akan berbicara lancar.

2. Stres karena kata atau bunyi tertentu. 
Kebanyakan orang gagap cenderung menghindari kata-kata tertentu dan sering mengeluh mereka bermasalah dengan bunyi/suara tertentu. Stres ini mempunyai banyak variasi. Contohnya seseorang dapat merasa takut pada bunyi “p” dan “t” selama satu tahun dan pada “b” dan “k” pada tahun berikutnya. Kadang seseorang dapat menghilangkan ketakutannya akan bunyi apapun di suatu hari. Namun pada hari berikutnya ketakutan itu datang lagi.

3. Stres Pada Sosok Otoriter. 
Banyak penderita gagap mengalami kesulitan bicara dengan orang-orang yang dijabarkan sebagai sosok otoriter. Mereka mengalami kesulitan saat berbicara dengan atasan atau guru saat diwawancarai.

4.Stres Karena Ketidakyakinan.
 
Gagapers kadang menemui kesulitan bicara saat mereka merasa tidak yakin akan cara bersikap dan berkata yang benar. Contohnya, ketika seseorang berada di tempat yang tidak dikenal seperti lingkungan baru atau tempat kerja baru, menemui orang-orang baru. Stres ini juga dapat muncul ketika seseorang tidak yakin bagaimana cara mengucapkan suatu kata dengan benar.

5. Stres Fisik. 
Penderita gagap melaporkan kalau mereka mengalami kesulitan berbicara saat mereka sakit atau capek. Memang di Eropa pada abad ke-19, ada sebuah sekolah terapi mengatakan bahwa penyebab utama kegagapan adalah kurang tidur. Oleh karena itu, penderita diharuskan tidur selama 14 jam sehari untuk perawatan. Beberapa terapis percaya bahwa hanya bagian tertentu dari tubuh, biasanya lidah yang mengalami kecapekan. Oleh karena itu diciptakan sebuah alat untuk menyangga lidah yang “capek”. Biasanya terbuat dari emas atau gading dan dipakai di rongga mulut. Alat ini berfungsi sebagai pemilah. Namun hasilnya kurang memuaskan karena alat ini hanya menghentikan gagap sementara.

6. Stres Luar. 
Stres semacam ini sering disebut “berita buruk.” Ini adalah jenis stres yang timbul saat kamu baru saja dipecat atau saat kamu mendengar bahwa saudaramu sakit parah atau saat mendengar bahwa mobilmu dicuri. Penderita gagap sering melaporkan bahwa stres luar semacam ini berperan penting dalam kesulitan berbicara mereka.

7. Stres Kecepatan. 
Mungkin bentuk stres yang paling umum adalah stres yang berhubungan dengan kecepatan bicara. Stres kecepatan bertanggung jawab atas awal terjadinya kegagapan pada anak-anak. Gagap yang dihasilkan oleh bicara terlalu cepat.

Tips mengatasi kegagapan::
1.Cobalah menghapus dan melupakan memori negatif pada masa lalu. Mungkin pada awalnya terlihat sulit, namun jika kalian membiarkan trauma itu berlarut-larut, kalianlah akan merugikan diri sendiri, memperburuk masa depan karena kegagapan akan berlanjut terus menerus. [Ini berlaku untuk penderita gagap karena faktor psikologis]

2.Sebelum berbicara sesuatu, tenangkanlah diri kalian. Kalau perlu bernafaslah sedalam mungkin, lalu hembuskan. Kemudian telanlah ludah, sebelum memulai pembicaraan. Hal ini dilakukan untuk mencegah otot pita suara terkunci.

3.Berbicaralah pelan-pelan dan tidak perlu terburu-buru karena orang gagap sangat rentan berbicara terbata-bata ketika dia berbicara cepat.

4.Jika kalian lemah mengatakan kata yang berawalan p atau d, atau awalan huruf apa saja. Cobalah mengganti dengan kata lain yang sama artinya atau pakai bahasa lain sebagai pengganti. Misalnya kata gembira diganti dengan senang, atau kata gembira diganti dengan happy.

5.Jika gagap kalian dipengaruhi karena stress. Cobalah hilangkan stress kalian dengan cara menghibur diri, tidur secukupnya, dan menikmati hidup.

6.Pasrahlah, selalu bersyukur kepada Tuhan dan berdoa semoga kegagapan ini bisa disembuhkan. Gagap lebih untung lho daripada bisu. Jadi kalian jangan mengeluh atas kegagapan yang kalian alami.

7.Seringlah latihan berbicara di tempat umum, menghadapi orang banyak, ataupun berbicara dengan orang yang paling kita takuti. Memang pada awalnya memang takut dan berbicara tergagap-gagap. Namun jika terbiasa, insyaallah gagap itu akan hilang dengan sendirinya.

8.Jangan minder untuk berbicara, berbicaralah secara normal ke siapa saja dengan mengontrol pembicaraan secara cerdik dan pintar. Seperti berbicara dengan nada seperti orang bernyanyi, mencari kata yang mudah untuk dilafalkan, menggunakan persamaan kata, atau menghentikan pembicaraan jika merasa mulai tersendat, dan biarkan orang meneruskannya sendiri. Misalnya Sekarang hari apa ya? bisa diganti Sekarang hari..... .

9.Jangan hanya terpusat pada kegagapan berbicara saja. Coba cari bakat lain yang tidak mengutamakan kepandaian berbicara. Misalnya olahraga, menjadi atlet, penulis atau jadi artis merangkap pelawak seperti Azis Gagap

Selesai sudah artikel 'Penyebab Gagap dan Cara Mengatasinya'. Semoga membantu. Jangan lupa share ya kalau suka. Share, Like [tombol di bawah postingan] dan Komentar kalian sangat berarti untuk masa depan blog Japanindo Cute Culture ini. Jika mau berlangganan artikel Japanindo Cute Culture silahkan follow twitter, follow Google plus, like facebook [tombol kecil di samping postingan] atau masukkan email kalian dikotak bawah postingan. Mau Copy Paste artikel juga diperbolehkan asalkan mencantumkan link sumber seperti ini www.japanindocuteculture.com, jika tidak mau mencantumkan link siap siap aja blognya diblacklist oleh DMCA. Hihihi. Terimakasih sudah membaca dan berkunjung ya. Have Nice Day.

Sumber:
http://pusathipnoterapi.wordpress.com/2012/11/20/penyebab-utama-terjadinya-gagap-bicara/
http://berbicaralancar.wordpress.com/2007/06/14/tidak-gagap-lagi/

0 Response to "Penyebab Gagap dan Cara Mengatasinya"

Poskan Komentar