.

Perbedaan Kuliah dan Sekolah, Enak Mana Yaa???


Hallo sobat JCC. Jumpa lagi dengan admin. Adakah yang mau kuliah sebentar lagi? Jika kalian belum tahu rasanya kuliah. JapanindoCuteCulture akan mencoba membagi "perasaan admin yang pernah menjadi mahasiswa". Jangan bosen ya dengerin curhatan admin. 


Tahun 2009 silam, aku iseng-iseng mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri (dulu namanya SNMPTN). Jurusan yang pertama ngambil sastra jepang di Universitas Brawijaya, sedangkan pilihan kedua ngambil jurusan seni lukis di Universitas Negeri Malang.  Alhamdulillah ketika melihat hasil ujian di koran, namaku ada disana. Setelah diterima, aku dan mama pergi ke dedung FIB [Fakultas Ilmu Budaya] Universitas Brawijaya untuk daftar ulang.

Waw, apakah kalian tahu perasaanku ketika aku masuk pertama kali ke kampus UB? rasanya deg-degan. Kampus UB benar-benar luas, banyak gedung, dan banyak sepeda motor atau mobil yang terparkir di kanan-kiri sisi jalan. Belum lagi lapangan rumput yang luas dan hijau di depan gedung rektorat. Saking banyaknya aku gak tau harus kemana cari gedung FIB. Untung saja ketemu sama mahasiswa yang lagi jalan. Langsung saja aku bertanya kepada dia. Dia menunjuk ke arah gedung di dekat tempat parkir. 

Kulangkahkan kakiku menuju gedung yang nantinya menjadi tempat belajarku. Sesampainya di depan FIB, terlihat beberapa rumput hijau dan beberapa pohon rindang. Sungguh tempat yang sejuk untuk berkumpul dengan teman. [Sayangnya rumput hijau di depan Fakultas sekarang sudah menjadi tempat parkir.] Kembali lagi kakiku melangkah menuju Gedung FIB. Ternyata gedung ini tidak setinggi dugaanku. Hanya 2 laintai [sekarang sepertinya jadi 8 lantai]. Maklumlah dulu jurusan sastra jepang termasuk baru. Disanalah aku berkenalan dengan teman baru dan perjalanan panjangku menjadi mahasiswa dimulai. 

Dari sanalah sekarang aku tahu bedanya kuliah dan sekolah, kangen juga kalau inget masa-masa itu. Apa saja perbedaannya? Yuk kita lihat di bawah ini:

1. Pakaian, celana dan sepatu.
Di sekolah SMA, SMP, SD semua siswa diwajibkan memakai seragam, baik itu untuk orang ganteng, orang cantik, anak pengusaha, anak guru, anak pedagang, orang miskin dan orang kaya. Jadi semuanya di atur sesuai dengan peraturan sekolah. Misalnya di SMAN 6 Malang. Hari senin pakai putih-putih, selasa sampai rabu pakai seragam putih-abu2, kamis sampai jumat pakai batik, sedangkan sabtu pakai pramuka. Jadi ya warna pakaian dan celana harus pakai seperti itu. Sepatunya juga gak boleh ada yang putih, harus hitam. Duh pokoknya ribet kalau urusan pakaian sekolah itu. Udah gak boleh di model-model. Warna juga tetap gitu-gitu aja. Setiap pagi kira-kira setengah jam sebelum bel berbunyi, guru biasanya ngecek satu-satu kelengkapan seragam siswanya. Kalau gak lengkap, siswa bakalan dihukum dan disuruh pulang lagi. Haduhhh. Untung aja dulu datangnya selalu kepagian, jadi gak kena hukum deh. Kwkwkw :p

Di kuliah, bisa ganti ganti baju sepuasnya, gak ada seragam tapi tetap ada peraturan. Peraturannya harus memakai pakaian yang rapi, sopan, baju memakai kemeja [tidak boleh pakai kaos], celana tidak boleh pakai jeans, sepatu boleh warna apa saja asalkan tidak memakai sandal atau sepatu sandal. Apakah ada yang ngecek? Biasanya ada dosen yang sukanya ngecek dan ada yang tidak atau jika rektormu disiplin, pasti dia akan mengecek pakaian-pakaian mahasiswanya. Lebih baik berhati-hati saja berbusana. Ada lho temanku kuliah yang dikeluarkan dari kelasnya hanya gara-gara kuliah pakai kaos, ada juga temanku yang nangis gara-gara gak dibolehin ikut ujian karena dia pakai kaos bukan kemeja, ada lagi nih temenku yang dimarahin habis2an sama rektor karena pakai sandal. Kalau gak mau seperti itu, siap-siap saja bawa jaket atau kemeja di tasmu. Ada juga cara lain yaitu melihat karakter dosen lebih dahulu. Jika dosenmu sabar, tidak memperdulikan apa yang dipakai mahasiswa. Maka kamu bisa bebas pakai pakaian apa saja. 

Satu lagi gak enaknya pakai baju bebas yaitu semua akan terjadi perbedaan kelas. Misalnya kelas bawah yang suka gak ganti baju tiap beberapa hari sekali, modelnya juga gak bagus2 amat, ada kelas menengah yang suka ganti baju, bajunya biasa2 aja, yang paling ngejreng pasti dia kelas atas, rambutnya di model2, bajunya setiap hari ganti dengan model berbeda2, pakai perhiasan mahal. Semuanya akan terlihat dalam sekali pandang. Jadi banyak banget gosipnya kalau kamu pakai pakaian yang berlebihan atau terlalu sederhana. Lebih baik lagi jika kamu bersikap biasa-biasa saja. Hehe.

2. Ruang Kelas
Tergantung universitas dan fakultas masing-masing. Umumnya ruang kelas akan diisi dengan meja dosen, papan tulis putih, dan kursi meja untuk para mahasiswa dan mahasiswinya. Kursi ada yang dari kayu [model SMA dulu] dan ada kursi yang mejanya gabung menjadi satu. Ada colokan kalau beruntung. Hehe. Biasanya buat ngecharge laptop atau hp. Ada AC di belakang ruangan. Enak banget kalau duduk di belakang. LCD Proyektor kalau mau presentasi. Gak ada peralatan sapu, de el el karena gak ada sistem piket. Semua kelas dibersihkan dengan petugas kebersihan.

Ruang kelas SMA, kalau kelasku dulu duduknya 1 meja untuk berdua, papan tulis putih, dan meja guru, ada sapu, dan peralatan lain untuk piket, lalu ada speaker untuk pengumuman ke seluruh kelas. Sayangnya dulu di SMA gak ada AC. Tetap saja ini juga tergantung sekolah kalian. 

3. Teman
Kalau sudah jadi mahasiswa, kalian akan bertemu teman dari penjuru dunia. Mulai dari sumatra, jawa, kalimantan, papua, luar negeri semua kumpul menjadi satu. Satu kelas saja, temannya bisa dari berbeda-beda pulau. Logatnya juga bermacam-macam. Ada yang pakai logat jakarta gue loe, gue lo gitu ngomongnya, yang dari kota-kota bahasa halus, manggilnya pean-pean, dan banyak lagi.

Kalau masih sekolah pasti ketemunya ya temen dari sekota aja atau paling nggak, ada yang dari kabupaten. Teman dari luar kota mungkin ada tapi pasti dia sedang merantau di daerah SMA mu. Yah maklumlah SMA di seluruh kota sudah banyak Beda sekali sama universitas yang tiap kota belum tentu ada. Kecuali kota Malang yang sudah punya banyak Universitas. 

4. Pelajaran
Pelajaran sesuai dengan jurusan yang kamu ambil. Misalnya kalau admin ambil jurusan sastra Jepang, pelajarannya tentu saja mengenai bahasa Jepang. Seperti kosa kata [goi], mendengarkan [chokai] , kanji [moji] , mengarang [sakubun] dan banyak lagi. Pelajaran umum juga ada misalnya agama islam dan kewirausahaan. Tergantung universitas dan fakultas juga tentunya.

Sekolah menurutku gak beda jauh. Pelajaran sama-sama ditentukan dengan jurusan masing-masing. Pelajaran siswa jurusan IPA, IPS, dan Bahasa tentu saja beda walaupun ada beberapa yang sama. Yang sama mungkin hanya kesenian, olahraga, bahasa asing dan agama.

5. Jadwal Pelajaran
Kuliah tidak terikat oleh waktu karena ada kelas pagi, siang, sore, dan bahkan malam. Kalau sistem di kampusku, setiap jam mata kuliah [pelajaran] ditentukan oleh mahasiswanya sendiri ketika daftar ulang online. Satu Mata kuliah, mempunyai 1 kelas berbeda. Jadi ketika admin mengambil 8 mata kuliah itu artinya admin punya 8 kelas berbeda. Pilih jam matkul [mata kuliah] terkadang juga rebutan, sehingga kelas matkul di jam terfavorit bisa penuh, kalau kita tidak pilih dengan cepat. Kalau sudah penuh, mau tidak mau kita harus menerima jadwal kelas yang masih tersisa. Tapi sistem ini tidak setiap kampus sama. Jadi jika admin mendapat kelas pada jam 7 pagi, jam 3 sore, dan jam 8 malam. Ya sudah resiko bolak-balik ke kampus.

Di sekolah tidak perlu ditanya lagi karena jadwal pelajaran tidak mempengaruhi berangkat dan pulangnya sekolah. Berangkat jam 7 dan pulang jam 3 sore. Setelah itu bebas mau kemana. Hmm

6. Tugas
Tugas kuliah lebih berat dari tugas sekolah. Misalnya Presentasi, bikin laporan, makalah, tugas esay dari dosen, wawancara, dan bermacam-macam. Tugas kuliah lebih mudah jika kalian punya laptop dan printer sendiri supaya lebih hemat dan tidak mondar mandir. Apalagi tempatmu jauh dari warnet. Hmm  bisa kerepotan. Oh iya di kuliah gak perlu bawa buku tulis, bawa saja binder. 

Di sekolah ada PR [pekerjaaan rumah], seringkali tugas yang diberikan oleh ibu guru adalah mengerjakan LKS, menulis pertanyaan dari papan tulis, menjawab pertanyaan dari buku cetak, merangkum,dan banyak lagi. Kita juga sering nyontek dari teman kalau males. Tapi admin sih yang bagian nyontekin. Hihihi. Seru banget kalau inget ngumpul-ngumpul seperti itu.

Sekarang kalau milih kuliah atau sekolah, tentu saja enak kuliah. hehehe. :D

Yap itulah Perbedaan Kuliah dan Sekolah, Enak Mana Yaa???Jangan lupa share ya. Silahkan bagikan artikel ini ke teman-temanmu di fb, twitter, atau akunmu yang lain dengan menekan tombol share di bawah artikel. Like, follow dan komentar kalian sangat berarti untuk masa depan blog Japanindo Cute Culture ini. Jika mau berlangganan artikel Japanindo Cute Culture silahkan follow twitter, follow Google plus, like facebook atau masukkan email kalian dikotak bawah artikel. Mau Copy Paste artikel juga diperbolehkan asalkan mencantumkan link sumber seperti ini www.japanindocuteculture.com, jika tidak mau mencantumkan link siap siap aja blognya dihapus oleh DMCA dan Blogger. Hihihi. Terimakasih sudah membaca dan berkunjung ya. Have Nice Day.

3 Responses to "Perbedaan Kuliah dan Sekolah, Enak Mana Yaa???"

  1. Jadi mau masuk Jurusan Sastra Jepang di UB nanti setelah Lulus ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah asyik tuh.. hehe.. suka sama jepang juga yah..ganbattene.. :e

      Hapus
  2. kalau saya lebih enak sekolah.

    BalasHapus