.

Mendengarkan Detak Jantung pada Janin Menggunakan Doppler


Saat mengetahui kalau diri sedang hamil, kebahagian itu tentu saja bukan hanya milik sang ibu, tapi juga milik sang suami yang akan menjadi calon ayah. Melihat perut istri yang membesar dari hari ke hari membuat sang ayah merasa tidak sabar untuk segera melihat sang buah hati bisa lahir ke dunia. Bahkan saking bahagia dan tidak sabarnya menunggu sang ayah sering menempelkan kepalanya ke perut ibu untuk mengetahui aktivitas atau sekedar mendengar detak jantung si janin sambil mengajak sang janin berbicara.

Detak jantung janin merupakan sebuah tanda pasti suatu kehamilan. Ternyata jantung janin mulai berdetak ketika umur janin masih sangat muda. Perkembangan kritisnya antara 3-7 minggu sejak pembuahan. Hanya saja detak jantung janin baru bisa di dengar pada usia 22 hari setelah pembuahan atau 5 minggu setelah menstruasi terakhir. Pada usia ini deyut jantung janin masih sangat kecil dan lemah, sehingga tetap tidak bisa di dengar walaupun menggunakan alat bantu Doppler. Tapi jika di cek melalui USG akan tampat bagian yang berdenyut sangat lemah.


Pada usia kandungan 9-10 minggu detak jantung janin sudah mulai bisa di dengar dengan alat bantu Doppler. Pada usia ini, keras atau lembutnya suara detak jantung janin yang didengar masih sangat berantung pada posisi peletakan Doppler, posisi janin dalam rahim dan berat badan sang ibu. Setelah usia kehamilan berusia 12 minggu, detak jantung janin bisa didengar lebih konsisten walaupun masih harus menggunakan bantuan doppler.

Doppler adalah sebuah alat bantu genggam yang digunakan untuk menemukan detak jantung janin. Alat ini akan ditempelkan di daerah perut (bagian rahim) yang sebelumnya telah dioles dengan gel. Kemudian alat ini digeser-geser hingga dia menemukan tempat yang pas dimana detak jantung janin dapat terdeteksi dan didengar.

Saat kehamilan telah berusia 20 mimggu biasanya detak jantung janin bisa di dengar tanpa alat bantu Doppler. Untuk mendengarkannya diperlukan alat bantu fetoskop. Fetoskop cukup ditempelkan dengan sedikit menekan ke arah perut sang ibu. Detak jantung dapat terdengar kuat jika letak fetoskop tepat di punggung janin. Tapi detak ini bisa saja tidak terdengar bila sang ibu memiliki berat badan yang lebih dan letak plasenta ada di depan rahim. Jika hal itu terjadi maka anda bisa mencobanya lagi beberapa minggu kemudian.

Janin yang sehat biasanya memiliki detak jantung 110-160 kali permenit. Baik janin laki-laki ataupun perempuan memiliki rata-rata detak yang sama, kuat lemahnya pun bergantung pada peletakan Doppler, hal itu sama sekali tidak menunjukkan tingkat kesehatan sang janin. Hanya saja jika detak janin kurang dari 100 kali per menit atau lebih dari 180 kali per menit bisa menandakan adanya masalah pada janin.

Jika anda penasaran dengan suara detak jantung sang janin, anda bukan hanya bisa mendengarkannya saat di dokter kandungan tapi juga di rumah. Alat bantu Doppler ini di jual bebas. Tidak ada resiko apapun jika alat bantu ini digunakan kapanpun oleh orang tua yang ingin mendengar detak jantung sang buah hati. Namun orang tua harus belajar terlebih dahulu bagaimana menggunakan alat ini, karena pada awalnya mungkin agak sulit menemukan posisi detak jantung yang dicari.