.

Waspadai Pre-eklampsia dan Eklampsia Pada Masa Kehamilan


Apa itu Pre-eklampsia? Pre-eklampsia adalah kondisi dimana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi secara tiba-tiba sekitar 140/90 mmHg dan disertai dengan tingginya kadar protein dalam urin. Pre-eklampsia merupakan suatu kasus kehamilan yang bisa menyebabkan kematian. Pada kondisi ini ibu hamil akan mengalami pembengkakan akibat dari edema (penimbunan cairan) pada kaki, tungkai, betis, punggung, tanagan bahkan wajah. Pada kondisi pre-eklampsia berat, hal ini bisa mengakibatkan gangguan penglihatan bahkan pendarahan dibagian retina.

Penyebab dari pre-eklampsia belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai akibat dari penyempitan pembuluh darah secara umum sehingga menyebabkan kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi bagi janin. Pre-eklampsia bisa terjadi pada wanita yang baru pertama kali hamil pada usia yang masih sangat muda atau pada wanita yang kehamilan pertamanya berada di usia 35-40 tahun. Wanita yang memiliki riwayat keluarga pernah mengalami pre-eklampsia akan lebih beresiko untuk mengalami hal ini. Selain itu juga wanita yang mempunyai riwayat penyakit jantung, diabetes, migrain, penyakit ginjal dan hipertensi juga bisa beresiko mengalami pre-eklampsia. Wanita hamil dengan berat badan berlebih dan kehamilan kembar juga beresiko.


Lalu apa saja yang mejadi ciri dari penyakit pre-eklampsia? Ada beberapa tanda yang bisa saja terjadi pada wanita yang mengalami hal ini seperti:
- Nyeri hebat dibagian depan atau kepala yang diikuti dengan peningkatan tekanan darah yang tidak normal.
- Nyeri pada perut dan ulu hati
- Mual dan muntah
- Gangguan penglihatan
- Ibu akan merasa gelisah dan tidak bisa bertoleransi dengan berbagai macam suara yang berisik
Walaupun pada masa pre-eklampsia tangan ataupun kaki ataupun mengalami pembengkakan tapi bukan berarti jika gejala seperti itu terjadi sudah pasti mengalami pre-eklampsia. Pembengkakan ini bisa saja bersifat normal karena terlalu banyak berdiri atau duduk. Cukup dengan beristirahat dan atau merendam kaki dengan air hangat maka bengkak akan hilang. Pembengkakan baru bisa di katakana abnormal apabila gejala pembengkakan di ikuti dengan gejala-gejala yang telah di sebutkan diatas.

Apa itu Eklampsia ?
Sedangkan puncak dari pre-eklampsia di sebut dengan eklampsia. Kondisi dimana pre-eklampsia berlanjut karena terlambatnya penanganan ketika kondisi ibu masih dalan tahap pre eklampsia. Pada kondisi ini ibu bisa saja mengalami kejang-kejang, pingsan ataupun koma. Jika terlambat ditangani hal ini bisa saja menyebabkan kematian pada saat sebelum kelahiran, saat kelahiran ataupun setelah kelahiran.

Pre-eklampsia dan eklampsia bisa berdampak buruk bagi janin yang dikandung. Bayi bisa beresiko lahir dengan berat badan rendah, lahir prematur, epilepsi, bahkan bisa meyebabkan bayi memiliki masalah pendengaran dan penglihatan. Dan jika anak telah tumbuh maka akan mengalami kesulitan dalam belajar dan cerebral palsy atau kelumpuhan otak besar.

Agar preeklampsia dan eklampsia bisa terdeteksi, perikasakan kondisi kesehatan ibu dan janin ke dokter secara teratur. Selain itu konsumsilah makanan yang bergizi dan seimbang serta kurangi asupan garam. Ukurlah tensi darah anda secara rutin, serta siapkan fisik dan mental anda sehingga dapat melalui kehamilan dengan baik.