.

Taman Nasional Baluran, Eksotisme Afrika Di Pulau Jawa


Di Indonesia banyak sekali tempat pariwisata yang sangat menarik untuk anda kunjung, diantaranya adalah pantai, gunung, air terjun dll.kebanyakan dari anda tentunya sudah pernah berkunjung ke tempat tadi, hingga anda mungkin sudah bosan dan ingin pergi ke kota lain dari jawa bahkan pergi ke Negara lain agar melihat tempat pariwisata yang berbeda.

Namun  di pulau Jawa ini sendiri memiliki berbagai jenis pantai  yang indah dan tentunya  sayang untukanda  dilewatkan. Tetapi , apabila Anda ingin mencoba wisata alam yang lainnya, mendatangi taman nasional bisa dijadikan alternatif yang lain. Salah satu taman nasional di Pulau Jawa yang cukup beda dengan taman nasional dengan daerah lainnya  adalah Taman Nasional Baluran yaitu tempat yang kebanyakan orang  sering disebut sebagai Afrikanya Indonesia.


Wilayah 
Taman Nasional Baluran berlokasi  di daerah  Banyu putih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Bagian  utara taman ini berbatasan langsung dengan Selat Madura, namun pada bagian  timur berbatasan dengan Selat Bali. Sedangkan pada bagian  tengahnya pada  Taman Nasional ini terdapat  sebuah Gunung Baluran yang termasuk dalam golongan gunung mati atau tidak aktif. Lebih dari itu Taman Nasional ini telah di apit  oleh Gunung Semeru dan Gunung Ijen.

Kondis/ keindahan Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran merupakan tempat dengan padang savana terluas di Pulau Jawa yang terdapat banyak spesies hewan danjuga  tumbuhan yang beragam. Berwisata  ke tempat  ini membuat Anda  merasa seoalah-olah sedang  berada di  daerah Afrika. Hal tersebutlah yang menjadikan daerah  Taman Nasional ini dengan sebutan sebagai Afrikanya Indonesia.

Di tempat ni  Anda akan di suguhkan dengan pemandangan dari  kawanan  rusa yang sedang berlarian menuju genangan air untuk minum, ada juga para merak yang melebarkan ekor indahnya, gerombolan kerbau dan gerombolan gajah, serta belasan elang yang sedang mengepakkan sayap untuk mencari makan sampai monyet yang bergelantungan di pohon. Pemandangan yang seeprti itu jugalah merupakan pemandangan yang sama seperti yang bisa Anda temukan di Afrika.

Tiddaklah hanya sebuah gerombolan hewan yang bebas beraktivitas di alam bebas tetapi anda  juga akan disuguhi pemandangan yang indah dari  444 jenis  spesies tumbuhan asli yang khas seperti widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), dan mimba (Azadirachta indica). Ketiga tumbuhan ini adalah dari spesies tumbuhan yang mampu menyesuaikan diri  dalam kondisi yang lumayan  kering. Pada saat  tumbuhan lain sudah mulai kering, ketiga spesies ini akan  tetap hijau.
Akses

Dari Surabaya Anda dapat mengambil rute jalur pantai utara ke arah timur yang melalui kota Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan Banyuputih. Setibanya di Banyuputih ambillah  jalan menuju ke Desa Bilik. Selanjutnya ke Desa Wongosorejo, di tengah perjalanan ke desa ini maka  ambillah jalan belok kiri menuju visitor center.